Sebuah Harapan Kepada LBH ICMI

oleh -502 views

Oleh: Dr Apendi Arsyad

Alhamdullillah, saya membaca di WAG Wankar ICMI, ada acara pelantikan dan pengukuhan Pengurus Lembaga Bantuan.Hukum.(LBH) ICMI. Sekaligus saya baca ada undangan juga bagi segenap Majelis Pengurus ICMI di semua jajaran, termasuk anggota Dewan Pakar. Saya sendiri juga dikirim pesan WA japri oleh Kepala Sekretariat iCMI mas Sibawahi yang baik hati. Syukron atas atensinya.

Kemudian saya sudah membalasnya, minta izin ke segenap pengurus ICMI yang lain, tak bisa hadir di dalam acara tersebut, hari ini Sabtu 16 September 2023 di hotel Oases Amir di kawasan Senin Jakarta. Karena secara bersamaan waktunya, saya sudah ada agenda kegiatan bersama Dosen Agribisnis Faperta Univetsitas Djuanda Bogor ke Depok utk suatu tugas Tri Dharma PT, studi banding pemberdayaan Kelompok Wanita Tani (KWT) perempuan (emak-emak) perkotaan.
Sebenarnya saya sangat ingin untuk hadir, melihat temanya dan para nara sumbernya menarik, ada diantaranya Abang saya Prof.Jimly Assiddiqie SH.MH, Pendiri dan Ketua Dewan Kehormatan.ICMI, orangnya sangat terkenal dalam pemikiran hukumnya dan berpengalaman dalam memimpin kelembagaan hukum di Indonesia spt MK dll. Juga saya lihat para pemikir.Cendekiawan muslim.yang hebat-hebat dan kreen, termasuk Ketum MPP ICMI adikku Prof Dr.Arif Satria.SP.MSi, dll. Tapi itulah kendala alasan ketidak hadiranku di hotel Aosis Amir Jkt pada hari ini.

Baca :  Selamat Berjuang Bupati Meranti Riau

Walaupun demikian kehadiran fisik tidak terpenuhi, akan tetapi kehadiran hati dan pikiran, menurut saya alangkah baiknya dilakukan dalam memberikan.apresiasi berupa ucapan selamat, dan sedikit usulan konstruktif dalam mewujudkan sebuah harapan bersama kita berada di organisasi cendekiawan muslim, bernama ICMI. Ibarat pepatah “walaupun kita berjauhan fisik (tidak bisa hadir), tetapi kita dekat dihati”.

Dekat dihati, pribahasanya adalah karena ada rasa cinta di lingkungan ICMI, idealisme berdasarkan imantaqwa terintegrasi dengan kompetensi dan kapasitas keilmuan dan kepakaran masing-masing kita miliki. Kita sangat paham karakter ICMI dan.wawasan pengabdiannya yakni ada dimensi yaitu.Keislaman, Kebangsaan dan Kepakaran. Pola pikir (mindset) kita sebagai pengurus dan aktivus ICMI akan tetap konsisten (istiqomah). terutama mendayagunakan anugetah Allah SWT berupa kekuatan pemikiran (intelectual power). Saya sependapat dengan banyak para ilmuwan, diantara Prof.Kuncara Ningrat, Prof.Arif Satria, bahwa mindset itu ssngat penting, karena berkorelasi pada bentuk perbuatan manusia, bisa membawa kebaikan.,(maslahat) dan atau sebaliknya, mudarat. Saya berkeyakinan dengan berpikir atas landasan 3 dimensi yakni Keislaman, Kebangsaan dan Kepakaran, jika dipadukan ini.merupakan kekuatan yang mewarnai perbuatan ke arah kemaslahatan yg luat biasa kuatnya daya ungkitnya untuk.membangun peradaban Indonesia berperadabb maju, yang mensejahterakan Rakyatnya, bukan menindas dan menjajah (menzholimi) rakyatnya spt yang lihat di Pulau Rempang Kepulauan Riau.
Memang banyak orang cerdas berhati nurani berkata bahwa Indonesia dibawa regim Jokowi..”tidak baik-baik amat”, itu bahasa halusnya, tetapi bahasa lainnya, banyak juga mengungkap resah-gelisahnya kondisi Indonesia sedang “berbahaya dan.gawat darurat”, dengan berbagai indikator (indeks) kemunduran spt demokrasi, penegakan hukum, ketimpangan sosial, rasio piutang negara, korupsi, kemiskinan, stunting dan banyak lagi yg lain yang.merisaukan kita.

Baca :  Renungan Pagi: Nikmatnya Kasih Sayang Ibu

Saya mengucapkan selamat atas dilantiknya Pengurus LBH iCMI, ada secercah harapan bahwa ICMI bisa berkontribusi dalam membantu menyelesaikan sengkarut permasalan ipoleksusbudhankam Indonesia, dengan kekuatan intelektual tersebut, terutama bagaimana membangun supremasi hukum di negara Indonesia yg berperadaban maju.

Apalagi tipik bahasannya seminar dalamrangka pengukuhan LBH ICMI hari ini, bagus-bagus dan menarik
tentang issu kebangsaan, kedaulatan dan keadilan sosial. Ini konsumsi para.aktivis ICMI hari ke hari, minggu ke minggu, bulan ke bulan dan seterusnya. Begitu yang
saya ikuti selama ini. Ya “bagus-bagus” akan tetapi sayang suaranya hanya sampai sbg wacana seminar ke seminar di hotel-hotel berbintang spt Oases Amir Htl ini etc , yang akhirnya pemikirannya menguap entah kemana, sebuah perbuatan yang amat mubazir.

Baca :  NKRI "Gagal dan Bubar", Apa Tugas ICMI ?

Alangkah ide-ide yang brialian tersebut, didokumentasikan, dipublikasikan, disosialisasikan ke publik, terutama sampai ke istana negara agar bisa mempengaruhi public policy.

Akan tetapi selama ini seperti yang kita amati, tidak begitu adanya, sbg mana harapan kita bersama sebagai kaum.cendekiawan muslim. Sehingga, apa yang terjadi yang dilakukan regim yg berkuasa (the ruling party) ini.banyak salah arah dan menyimpang dari konstitusi negara UUD 1945, contohnya kasus penggusuran Rajyat dan penghilangan Kampung Tua di Rempang Kep.Risu yang biadab dan melanggar HAM. Dan ICMI diam saja, dan tidak ada bersikap tegas menolak dan mengutuk perbuatan zholim yang dilakulan negara terhadap rakyatnya tersebut. Hal terjadi mungkin LBH ICMI belum dilantik dan belum terkonsolidasi dengan baik. InsyaAllah, semoga tidak berbuat pasif demikian lagi ke depan.

Selamat buat LBH ICMI dengan harapan bisa menjaga marwah ICMI di tengah kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara di NKRI berdasarkan Pancasila dan UUD 1945, yang kini salah arah, destrupsi era.

Penulis adalah Pendiri dan Wasek Wankar ICMI Pusat merangkap Ketus Wanhat ICMI Orwilsus Bogor