Kenangan Singkat Almarhum Prof. BJ Habibie

0
BJ Habibie, ICMI,
Almarhum Prof. BJ Habibie (Doc. Medcom)

Dr. Ir. H. Apendi Arsyad, MSi

Terima kasih kepada adinda Amirulah SP/Ketua Masika ICMI Orwil Khusus Bogor atas kebaikannya, telah mengirim fhoto acara berbuka bersama (bukber) Ramadhan para Pengurus MPP ICMI beserta Orwil dan Orsat ICMI kira2 terselenggara 4 tahun lalu (tahun 2016) bertempat di komplek Patra Jasa Kuningan Jkt/ rumahnya alm bpk Prof. BJ Habibie (BJH). Alhamdulillah, salah seorang diantara jemaahnya, ada saya yg tampak di fhoto kenangan tersebut, yg sedang tekun menyimak uraian tausyiah bpk BJH dengan penuh semangat. Walaupun beliau ketika itu, sdh kelihatan sangat sepuh, sebab usia alm bapak melewati 80 tahun, akan tetapi semangat alm BJH untuk mentransformasikan berbagai pengalaman “succes story”nya yang berbasis sistem nilai agama (Dinnulislam) dan norma2 kebajikan dan kemaslahatan, tetap terlihat dari mimik wajahnya. Semangat nasionalisme-religius yg berdasarkan imtaq dan ipteks begitu menonjol dan menarik untuk dipahami agar kita tidak terjadi sesat pikir dan gagal paham dalam menjalani kehidupan yang pana ini.

Saya sangat asyik mendengar tausyiah bpk BJH, isinya bernas, up todate, dan informasinya original dari pelakunya sendiri dan langsung. Beliau alm Bpk BJH terbukti adalah orang besar dan hebat yg pernah dimiliki Indonesia. Begitu banyak karya2 inovasi iptek, beliau hasilkan yg bermutu dan berkelas mendunia, sehingga alm. bpk BJH banyak mendapat penghargaan dan sekaligus pengakuan dunia internasional terhadap dirinya sebagai tokoh dunia modern, …orang hebat dan terkemuka pilihan dunia. Ketika acara bukber diperlihat kepada jemaah, beberapa penghargaan internasional tsb yg hanya segilintir orang yg pernah mendapatkannya.

Salah seorang diantaranya beliau bpk BJH. Itu informasi saya dapatkan langsung dari.mulut Presiden RI ke3 tsb, begitu membanggakan dan membahagiakan kami jemaah yg hadir pada acara silaturahmi bukber ICMI. Saya dan kita tentu mengaguminya, tapi sayang bangsa kita ini kurang dan bahkan belum sadar akan mama besar Presiden ketiga tsb akibat kurangnya informasi mengenai sederet prestasi ‘kesaktian’ dan kehebatan BJ Habibie dan tidak diperoleh utuh informasinya oleh bangsa Indonesia yg kini masih “carut marut” dimulai sejak awal Reformasi hingga kini (zaman Now). Karya besar BJH mulai dilupakan, pudar dalam ingatan dan bahkan “dihabisi” oleh penerus kepemimpinan nasional berikutnya spt IPTN/pesawat terbang CN, Industri strategis, BP Otorita Batam, etc. Karya dan jasa yg monumental yang takkan pernah kita lupakan adalah alm. Prof. BJH berhasil menyelamat bangsa Indonesia dari perpecahan, dan NKRI tetap kokoh berdiri, proses suksesi kepemimpinan nasional di era transisi terselenggara dengan mulus dan selamat. Pergeseran kekuasaan politik dari gaya otoriter Orba ke era demokratis (Orde Reformasi) berjalan baik dan lancar. Padahal waktu itu (1998) NKRI berada dalam ambang “berbahaya” gesekan2 antar pendukung parpol dan ormas terjadi, demo besar2an ormawa BEM se Indonesia berlangsung panas (terjadi peristiwa penembakan dan meninggalnya 7 org mhs Univ.Trisakti Jkt sbg martil reformasi), dan berisiko tinggi untuk negeri yg sangat majemuk (pluralistik) ini yaitu terjadinya: krismon, krisek dan krispol serta krispem yg akhirnya Alhamdulillah suksesi kepemimpinan nasional berjalan secara terkendali tanpa terjadi disintegrasi bangsa. Kita bersyukur kepada Allah SWT akan keberhasilan tsb sebagai warga bangsa, kita menikmati hidup yang aman dan damai; dan tentu tak lupa berterima kasih kepada bpk bangsa BJH atas kepemimpinan dan pengorbanan almarhum yg telah diberikan secara tulus dgn segenap dedikasi dan loyalitasnya kepada bangsa dan negara. BJH telah mampu mengatasi berbagai krisis dan mengantarkan Indonesia menjadi negara muslim mayoritas yg tetap bersatu, dan demokratis sejajar dengan negara moderen lainnya di dunia. Di Indonesia, “Islam dan demokrasi” telah terbukti berjalan seiring dan sejalan (damai) di tanah air kita, yg mungkin tidak bisa disaksikan dan dinikmati oleh negara2 lain yg konflik dan perang saudara (etnis) dan antar negara berkepanjangan.

Baca :  Kapolresta Bogor Urang Kita Kuansing

Bapak iptek Indonesia, Prof.BJH selayaknya menjadi idola anak muda generasi milenial Indonesia saat ini, dan autobiorapi alm BJ Habibie harus dipelajari dan masuk dalam kurikulum pendidikan nasional terutama kurikulum pendidikan karakter di sekolah2 dikdasmen di tanah air. Dalam diri pribadi alm BJH melekat dan menyatu 2 karakter mulia yg padu dan kuat yaitu Imtaq dan Ipteks dalam diri dan keperibadiannya alm. bapak Burhanudin Jusuf Habibie (BJH).

Maaf, karakter ini yg kurang, mungkin diabaikan dan barangkali ‘tidak dimiliki’ oleh Presiden RI sebelum dan setelah BJH berkuasa, yang mendapat amanah sbg pemimpin nasional dari “warisan” Presiden RI YM bpk Jenderal Besar Soeharto. Dengan terhentinya kepemimpinan Presiden ke 3 BJH karena ditolaknya LPJ beliau di Sidang Umum MPR RI waktu itu, ini menandakan atau nampaknya memang kaum “munafikun” dan “musrikun” tidak suka dan tidak senang dengan orang mukmin sejati yg memimpin NKRI untuk mengelola Pemerintahan dan SDAL Indonesia ke arah yg lebih baik, dan profesional untuk mensejahterakan rakyatnya. Apalagi mereka org2 yg tidak bertuhan (ateis) dalam hidupnya dan pernah ada spt ajaran komunis/PKI, aliran sekuler dan aliran kepercayaan sesat lainnya. Mereka juga tidak senang dengan kepemimpinan Islami. Dalam kitab suci Al Quran Allah SWT telah mengingat mereka2 orang kafir tidak akan senang melihat keberhasilan dan kemaslahatan yg dilakukan kaum mukminin dalam kehidupan dunia. Wajar kiranya soal agenda kepemimpinan nasional kita lebih proaktif, bijak mensikapinya, berhati-hati dan waspada kini dan ke depan akan fenomena sosial ini. Semoga Allah SWT senantiasa melindungi dan menolong kita hamba2Nya yg beriman dan bertaqwa dan selalu berbuat kebajikan. Amin3 YRA.

Baca :  Renungan Pagi: Nikmatnya Kasih Sayang Ibu

Jika bangsa ini mau maju dan selamat, anak muda generasi millenial haruslah bisa menjadikan alm.Prof Dr.H. BJ Habibie sebagai idolanya kaum.muda utk mengejar kemampuan dan menguasai saintek, pelajari buku2nya dan jadikan pola berperilakunya sebagai suritauladan dalam berkehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Ketiga dimensi kehidupan tersebut dimiliki oleh pribadi alm BJH, dalam arti beliau punya pengalaman yg sukses menjalaninya sbg negarawan muslim yg taat menjalan QnS, negarawan bermoral dan berakhlaq mulia, negarawan yg berkeluarga sakinah mawaddah warohmah, negarawan yang menguasai dan berbasis saintek, dan negarawan yg punya jejaringan dan bereputasi taraf dunia, etc. Bahkan almarhum BJH pernah dipilih menjadi Presiden dari organisasi- perkumpulan para Presiden se Dunia, BJH “Presiden Dunia”.

Baca :  Bertadharus Al Quran sebagai Basic Human Needs

Itulah Prof.BJ Habibie Presiden RI yg pernah dimiliki bangsa Indonesia dengan ‘segudang’ prestasi yg maslahat bagi ummat dan bangsa, yang amat kita banggakan dan kita cintai. ♡♡♡

Semoga arwah Alm bapak BJ Habibie termasuk golongan orang2 soleh, dan dianugerahi tempat sebaik-baiknya disisi Allah SWT: Surgajannatunnaim..Amin3 YRA.

Saya alhamdulillah, sewaktu almarhum bpk BJH dimakamkan jasadnya di Taman Pahlawan Kalibata Jakarta, alhamdulillah saya berkesempatan hadir dan menyaksikan proses pemakamannya dengan upacara militer yg dipimpin Presiden RI bpk Jokowi dengan penuh haru dan hikmat… Barakallah.
Wassalam

Penulis adalah Dosen, Pendiri dan Wakil Ketua ICMI Orwilsus Bogor

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here