Lestarikan Uma Tuo Kito di Caghonti

oleh -644 views
Uma Tuo, Caghonti, Apendi Arsyad, Pelestarian, Budaya
Dr. Apendi Arsyad saat berfoto di depan "Uma Tuo" di Caghonti

Oleh: Dr. Apendi Arsyad

Terima kasiah kmd Ijon Yanis di Kota Tanggerang Banten yang telah memposting gedung/rumah (uma) tua yang ada di Cerenti, kampuang halaman kita. Yang diposting itu,.
iko uma tuo.. moman Mukmin (Umin) ambo yang ado di Pulau Jambu. di seberang kp bukit gudang Desa Kampung Baru Cerenti. Rumah moman Umin itu kini dihuni oleh para cucunya (oniak.oo). 3-4 tahun lalu saya dan keluarga jalan-2 ke Desa Pulau Jambu berkesempatan berkunjung kesitu, melihat dan memotrek gedung tua tersebut yang dibangun sekitar thn 1930.

Uma tuo olah mulai ghuntua ngak ado bantuan Pemkab, Pemcam, apalagi Pemdes utk pemugarannya. Pemkab Kuansing tidak punya program pelestarian gedung tua, lihat saja APBDnya.. Lama-lama semua bangunan tua yg ada roboh dan hilang (punah). Hayoo para dunsanak/pakar ingatkan para tokmas dan Wakil Rakyat soal haritage ini. Janganlah diulang lagi nasib hilangnya rumah tua Rajo di dekat masjid Koto Cerenti, juga robohnya rumah tuo datuak Tengkodi (ulama) alm. H. Dahlan org tuanya Nazar Dahlan (datuak Dr. Elda Nazar), juga rumah godang paktuoku H.Darmawi bin Kahar di dokek simpang Tugu Cerenti, juga gedung harritage sekolah Muallimin Muhammadyah Cerenti, dan banyak lagi yang lain.. sudah pada hilang.

Baca :  Mengenang Prof Sjafri Mangkuprawira dan Wakaf Bukunya

Maaf, saya sendiri bersama keluarga (Arsyad Family) sdh ada kesepakatan bersama dari hasil musyawarah anak kemenakan thn 1996 untuk tidak merubah tua warisan ayah H.Arsyad Kahar dan Hj. Darana Djamin yg ada di bukit gudang Desa Kp.Baru Cerenti..rumah tiang dan kayu kulim (kayu toghe) tetap dipertahankan..walaupun kami bisa membangun rumah baton/semen untuk merubah arsitektur rumah ino-datuak.kami. Kini rumah tuo itu selain.simbol “kebesaran” The Arsyad Family juga bisa digunakan untuk menampung.anak kemenakan dari rantau baliak ka kampuang, terutama saat lebaran idul fitri dan idul adha dll.

Baca :  Sebuah Harapan Kepada LBH ICMI

Saya sdh pernah menulis medsos mengenai permasalahan punahnya gedung warisan datuak-ino/rumah tua di daerah Kuansing, dan juga pernah dishare WAG IKKS se Indonesia tempo hari. Mudah-2an menjadi perhatian dan program/kegiatan organisasi IKC. dan.FIKCI ini… Hayoo para pakar arsitek asal Kuansing/Cerenti bersuaralah kalian untuk tegaknya marwah nagori. Tinggalkanlah perilaku “godang otah”, janganlah banyak bual, dan bekerja/berbuat nyatalah untuk kemajuan kampung halaman. Paling tidak bagi anak cucu dan kemenakanda bisa melestarikan Uma Tuo Soko masing-2 yang kini mulai hancur dan punah satu persatu. Janganlah sampai suatu saat nanti anak kemenakan dan para cucu/cicit pada saat baliak ka kampuang nagori Caghonti ndak ado.lai rumah orangtua yg ditampuo dan disinggahi. gejala ini mulai tampak kini…. tragis.

Baca :  "New Normal Society" di Era Covid 19

Ingat moto. Kabupaten Kuansing Basatu Nagori Maju .. tigo tali sapilin.. Salam kayuah.

Penulis adalah Orang asal Cerenti mukim di Ciawi Bogor; Pendiri-Dosen/Assosiate Professor Universitas Djuanda Bogor, Konsultan K/L dan Aktivis Ormas serta Pemerhati Sosial

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *