Panorama Alam Pesisir, Laut dan Pulau-pulau Kecil Indonesia Kaya-Raya dan Mempesona

oleh -630 views
Apendi Arsyad, New Normal, KAHMI, ICMI, Covid-19
Dr. Ir. H. Apendi Arsyad, MSi

Oleh: Dr. Apendi Arsyad

Syukron barakallah bang Aznan bin Jaharan atas kiriman (postingan) video lagu berlatarbelakang pantai dan laut lepas, entah dimana dan apa nama lokasi destinasi wisatanya, belum begitu kita tahu atau mengenalnya, tetapi kelihatannya, memang fanoramanya indah sekali, sesuai dengan irama lantuan syair lagu yang mengiringinya.

Terima kasih bang Aznan, sungguh
menghibur, terutama mereka yang berjiwa seni dan senang berpetualang, berpergian kemana-mana di nusantara, menikmati ekosistem alam ciptaan Tuhan yang Maha Kuasa, Allah SWT.

Kita bersyukur Allah SWT telah menganugrahi jasa amenities alam pesisir (coastal lanscaps of amenities services) dan laut (marine) serta pulau2 kecil (small island) beserta biota2 perairan kita sangatlah indah, mempesona, dan sangat banyak yang kemudian tersusun apik “ibarat batu manikam” di kawasan tropika- katulistiwa.

Postingan video bang Aznan bin Jaharan dari Kota Pku (tgl 18/9-2021), mengingatkan pengalaman saya sebagai “kuli” jasa konsultan dalam bidang keahlian ilmu Pengelolaan Sumberdaya perikanan, pesisir dan laut serta pulau2 kecil (SPL expertist) yang saya lakoni kegiatan study dan risetnya belasan tahun lamanya.

Alhamdulillah,
Saya telah menikmati, menempuh dan menjalahi sebagian kecil kawasan-2 pesisir, lautan dan pulau2 kecil yang di tanah air Indonesia, dimulai dari pulau Sabang Nangruh Aceh Darussalam (NAD) yakni pulau kecil Weh sampai ke Papua (pulau Biak, disitu ada mesium dan bekas lapang terbang Perang Dunia kedua). Kemudian berlanjut ke NTB, pulau Mataram (pulau Gili, pulau Sumbawa etc) dan NTT (pulau Kupang, pesisir Atambua), saya juga pernah berkeliling survey dan observasi di bagian utara Sulut pulau Sangihe dan pulauTalaud, pulau Nanusa (berbatasan negara Philipina) untuk proyek pemberdayaan nelayan artisanal.

Alhamdulillah saya pada tahun 2016 berkesempatan menempuh perjalanan beberapa hari naik kapal laut (kapal ferry) ke Provinsi Maluku Utara untuk kegiatan survey dan observasi pengumpulan data di kawasan pulau-2 kecil Maluku (pulau Seram, Buru, etc). Sedangkan pada thn 2006 saya survey dan observasi ke Provinsi Maluku Utara yakni pulau Ternate, Tidore dan Halmahera, daerah pesisir Jailolo etc, untuk studi monitoring evaluasi pelaksanaan program Pemberdayaan sosial ekonomi masyarakat pesisir bekas daerah konflik, dan proyek pengembangan investasi perdesaan, dananya loan ADB.

Kemudian saya mendatangi kawasan pesisir dan pulau-2 kecil di daerah bagian barat/ selatannya Sumatera (Lautan Hindia), 2-3 tahun setelah bencana Tsunami (kira2 thn 2016) yakni pulau Nias dan Simelu (pulau Senabung) NAD, daerah kepulauan ini berbatasan dengan negara India etc). Berapa lama sebelum itu, sekitar thn 1984-1985 dan tahun 2006 sd 2012, saya pernah juga menjelajahi ke arah tenggara Indonesia yaitu daerah Kepulauan Riau untuk melakukan survey proyek penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), dan riset penyusunan skripsi, tesis dan disertasi saya yang lokasinya antara lain, pernah saya tempuh dan dikelilingi daerah sekitar pulau Penyengat (lokasi bekas istana Kerajaan Melayu dan makam penyair Gurindam 12 Raja Ali Haji), pulau Karas, Pangkil, dan pulau Bintan ke arah pesisir timur dengan pantai pasir putih Trikora dengan batu-2 timbul di laut tampak indah dari kejauhan. Selanjutnya meluas ke Pulau2 kecil nama populernya Barelang (pulau Batam, Rempang dan Galang) dan daerah pulau2 lebih kecil sekitarnya spt pulau Abang, Sambu, Nongsa dan Nipah (berbatasan langsung dengan negara Singapura dan Malaysia). Berikutnya, saya juga pernah jelajahi pulau Lingga (Dabo Singkep), kawasan Karimun (pulau kecil Moro dan sekitarnya), pulau Anambas (pulau Siantan, Matak, Bungur, etc), dan pulau Natuna dan sekitarnya, diantaranya saya menginjak dan bermalam di pulau Subi Kecil nomerupakan salah satu pulau terluar di laut Cina Selatan bagian utara, yang berbatasan langsung dengan beberapa negara spt Malaysia, Vietnam, China, Philipina, dll.

Baca :  Lesson Learn Bupati Nganjuk dan Harapan kepada Kaban Riau, Jakarta

Selanjutnya mengarah ke bagian timur dari Provinsi Kepulauan Riau, adalah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Pada tahun 2019 saya mendapat pekerjaan “Studi
Identifikasi Potensi dan Investasi Sumberdaya Perikanan Prov.Babel”, kontrak dari Dinas Perikanan Prov.Babel. Untuk penyelesaian studi tersebut saya sebagai Team Leader harus mengeliling kawasan pesisir Babel bersama kawan2 team survey dan riset dari para pakar (ilmuan) IPB di pulau Bangka, Belitung dan sekitarnya (daerah “Laskar Pelangi”).

Saya juga pernah menempuh perjalanan laut utara Jawa ke pulau Karimun Jawa thn 2012 ke pulau Pisang di tengah laut Jawa. Sebelum ke pulau kecil Karimun Jawa, saya pernah survey dan observasi tentang sistem kelembagaan tradisional masyarakat nelayan artinal ke daerah Provinsi Sulawesi Tenggara di kawasan pulau Wakatobi dgn fanorama alam bawah laut yg indah dengan aneka ikan (biota laut) dan terumbu karang, sangat menakjubkan dan dengan jasa lingkungan wisata alam laut (ecomarine toerisme) yang terkenal luas se antero dunia spt diving dan snorkling etc. Selain itu beberapa tahun sebelumnya thn 2010-2011, saya bersama tenaga ahli kelautan dan perikanan pernah menempuh perjalanan pantai Segigi Provinsi NTB yang sangat indah menawan pemandangan alam pesisir dan lautnya. Perjalanan di kawasan pantai Segigi yang sangat mengasyikan, jalan berkelok-berliku di balik bukit-2 menuju dan menyeberang ke pulau kecil Gili (Gili Meno dan Trawang) yang merupakan destinasi wisata alam pesisir yang banyak dikunjungi wisman orang bule-2 datang dari Australia dan benua Erofah.

Subhanallah….walhamdulillah… Saya juga pernah survey dan observasi di kawasan pesisir Pulau Bali untuk penyusunan sejumlah dokumen perencanaan dan monev pengelolaan kawasan pesisir terpadu (integrated management coastal zone). Dengan pengalaman kerja keprofesian dan kepakaran tersebut, saya dapat mengetahui
keindahan panorama alamnya seperti pulau Bali, sebuah pulau yang sudah sangat dikenal di seluruh Nusantara dan mancanegara, dan tidak perlu saya narasikan lagi disini, sebab kemolekannya sudah sangat populer di seluruh dunia.

Baca :  SD and SDGs dalam P3PD: Sebuah Usulan

Simpulannya jika kita travalling di kawasan Bali (pantai Tanjung Benoa, pulau Nusa Dua) yang dikenal sebagai destinasi wisata pantai terkenal, termasuk juga kawasan pantai spt pantai Sanur, Kute dan Pendawa sangat bagus surving dan sunbathing etc, serta tebing terjal dgn “black rock stone”, terdapat di daerah Uluwatu, dengan berfanorama, pemandangan tebing dan laut lepas yang mengharu-biru dan mempesona.

Demikianlah narasi sekilas mengenai lanscape alam Indonesia, yang membuktikan kekayaan yang luar biasa besarnya, tinggal lagi ditingkatkan kapasitas dan kemampuan pengelolaannya untuk kemakmuran rakyat. Hal yang perlu dibenahi adalah aspek tata kelolanya sesuai prinsip-prinsip dan kaidah-kaidah pembangunan berkelanjutan (sustainable development) yang mengharmonikan kepentingan dan tuntutan ekonomi (economic growth), ekologi (natural resource conservation dan health environment) dan ekososial (social equity and walfare).

Ekosistem alam laut dan kepulauan Indonesia (archipelago lanscape ecosystem) memang sangat kaya-raya dengan keanekaragaman hayati (mega biodiversity), sungguh menawan (exotic) melihatnya, begitu cantiknya, estetik dan eksotik nian, sebagaimana dikiaskan para budayawan bahwa negara NKRI begitu indah “ibarat zamrut mutu manikam” di katulistiwa. Harap diingat tentang romantika ini, musik dan lagu “Nusantara” yg didendangkan grup band Top tahun 1970an Koes Plus, telah mempromosikan indahnya alam pesisir, laut dan pulau-2 kecil Indonesia.

Faktanya alam pesisir dan laut Indonesia kaya raya, terdiri dari 17 ribu lebih pulau besar dan pulau-2 kecil, kawasan pesisirnya indah dengan panjang garis pantai Indonesia lebih dari 95 ribu km (terpanjang nomor 2 di dunia), dikitari hamparan laut yang sangat luas (0,3 juta km2 laut territorial, 2.8 juta km2 perairan kontinental dan 2.7 juta km2 perairan ZEE), yang tampak mengharu-biru dari kejauhan mata memandang. Sumberdaya pesisir, laut dan pulau-2 kecil ini sangat potensial, salah satunya untuk pengembangan wisata alam bahari (marine ecotoerisme), karena memiliki sederetan pantai berpasir putih, pasir gundukan (sand dune) dan batu karang hitam (black rock stone) yang begitu keras dan indah. Semuanya sumberdaya alam tersebut telah menghiasi jalan2 pesisir pantai, di pinggir laut seperti yg kita tonton pada video yq abang Aznan bin Jaharan kirimkan (share).

Subhanallah sungguh indah lanscape- fanorama alamnya dan membuat kita takjub dan terpesona, ketika sedang memandang ekosistem alam dan lingkungan kawasan pesisir dan lautnya.

Ekosistem pesisir dan lautan (coastal and marine ecosystem) serta pulau2 kecil Indonesia merupakan syurga bagi wisatawan nusantara (wisnu) dan wisatawan mancanegara (wisman), penikmat jasa wisata “ecomarine toerisme” bagi warga dunia.

Indonesia ini kaya baik diatas laut maupun pemandangan alam bawah laut dengan aneka jenis ikan demersal dan pelagic, biota perairan laut dan terumbu karang (coral reefs) seluas 25 ribu km2 (12,5 % dari terumbu karang dunia), rumput laut (sea grass), padang lamun (sea weeds), etc. Sedangkan pada ekosistem pantai ditumbuhi pepohonan hutan bakau (mangrove) yang lebat dengan beragam spesies dan tampak eksotik menghiasi kawasan pesisir. Enak dipandang mata, meneduhkan, menyegarkan pikiran dan menenangkan perasaan bagi mereka para penggemar travelling and toering di negeri ini.

Baca :  Nostalgia Sepeda "Raleigh" Tuo Tempo Doeloe

Saya bersyukur sejumlah kawasan pesisir, laut dan pulau kecil di Indonesia saya tempuh. Walaupun keberadaan saya di lokasi-lokasi tersebut, tidak terlalu lama, sebentar saja, hanya untuk melakukan observasi dan wawancara mendalam (dept interview) para pemangku kepentingan primer (main stakeholders) untuk pengumpulan berbagai jenis data dan informasi proyek-proyek dari Kementerian Kelautan dan Perikanan RI dan Pemda Provinsi spt Kepri, Babel, Bali, Nangruh Aceh Darussalam (NAD), etc. Dan menariknya perjalanan mendapat berbagai fasilitas “gratis” dari pihak sponsor, sumber APBD dari beberapa Pemda dan APBN dari program Kementerian Negara (KemenKP RI), dan Loan NGO internasional spt ADB, World Bank etc. Dari perjalan “survey dan observasi” ini telah menghasilkan sejumlah dokumen Laporan studi/ riset dan dokumen perencanaan seperti Rencana Pengelolaan Kawasan Pesisir Terpadu (Integrated Managament Plan of Coastal Zone), Master Plan Pengembangan Pulau-2 Kecil Terluar, Rentra, RPJMD Provinsi Kepri dan Kabupatennya, Perencanaan Tata Ruang (zonasi) kawasan pesisir (coastal zone of management plan), Pemberdayaan Masyarakat Pesisir (coastal society enpowering), Studi Identifikasi Potensi SDAL, Kajian Sistem Kelembagaan dan Lokal Wisdom Masyarakat Pesisir untuk Pembangunan Berkelanjutan, penyusunan Kawasan Konservasi Laut Daerah (KKLD), Pengelolaan Konservasi Terumbu Karang (Coramap) dan lain-lain. InsyaAllah semua dokumen perencanaan tersebut dapat dijadikan rujukan (reference), sehingga akan berkontribusi dalam membangun Indonesia kini dan ke depan lebih maju dalam upaya mecapai cita-2nya untuk mewujudkan masyarakat adil dan makmur dalam wadah NKRI yang berdasarkan UUD 1945 dan Pancasila, yang diridhoi Allah SWT Amiin-3 YRA.

Demikian perjalanan (toering and travelling) “ecomarine toerisme” ke pulau-2 Nusantara, dan sedikit pengalamanKu mempelajari potensi dan problema (strategis issues) tata kelola pemanfaatan sumberdaya kelautan dan perikanan (SDKP utility governance) dan jasa-jasa lingkungan “marine ecotoerisme” di negara kepulauan Indonesia yg sangat kaya dan mempesona ini. Harapannya potensi SDKP yang kaya tersebut bisa menjadi sumber kemakmuran bersama rakyat. Pemerintah pusat (K/L) dan daerah (Provinsi dan Kabupaten), barang tentu harus dibantu dalam penyusunan dokumen perencanaan pembangunannya, tentunya didahului dan dilakukan dengan kegiatan kajian (study) potensi SDAl dan issu-2 strategis bagaimana pengelolaannya, sebagaimana yang kami telah lakukan selama belasan tahun sejak 2003 hingga sekarang.

Penulis adalah Assosiate Profesor/Dosen dan Pendiri Universitas Djuanda Bogor, Konsultan K/L negara; dan skrg TA P3PD Ditjen Bina Pemdes Kemendagri; dan pendiri/ Ketua Wankar MPW ICMI Orwilsus Bogor etc

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *