Sambangi Perkampungan Nelayan, Dewas BPJS Ketenagakerjaan: Pekerjaan Nelayan Beresiko

oleh -232 views

JAKARTA (LEAD.co.id) – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan bersama Perisai Katar Mampang gelar sosialisasi kepada nelayan di Cilincing Jakarta Utara tepatnya perkampungan Nelayan pada18 September (18/9/2021).

Dewas BPJS ketenagakerjaan, H. Yayat Syariful Hidayat Mengatakan, risiko kecelakaan kerja nelayan sangatlah tinggi sehingga, Kata Yayat perlu dilindungi minimal program jaminan kecelakaan kerja dan kematian oleh BPJS Ketenagakerjaan.

“Jadi, di BPJS Ketenagakerjaan itu ada istilah BPU, yakni peserta bukan penerima upah, dimana para nelayan bisa menjadi peserta dengan iuran sangat terjangkau untuk mendapatkan perlindungan saat ia bekerja menjadi nelayan,” kata Yayat.

Baca :  Bertolak ke Natuna, Presiden Dijadwalkan Bertemu Ratusan Nelayan

Dijelaskan Yayat, Pendaftarannya pun cukup mudah yakni nelayan mengumpulkan KTP dan membayar iuran mulai dari Rp16.800 untuk mendapat perlindungan Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM). Iuran dapat dibayarkan tiap bulan, tiga bulan, enam bulan maupun satu tahun sekaligus.

“Saat ini kami juga telah bekerja sama dengan rumah sakit trauma center di seluruh Indonesia, dengan 32 rumah sakit di Jakarta, sehingga nelayan yang mengalami kecelakaan kerja dapat langsung ditangani rumah sakit trauma center dengan hanya menunjukkan kartu kepesertaan,” sampainya.

Baca :  MUI Kota Bogor MoU dengan BPJS, Bantu Guru Ngaji hingga Marbot

Yayat berharap hadirnya BPJS Ketenagakerjaan ini nelayan dapat memperoleh perlindungan yang layak dan tidak berbelit-belit.

Sementara itu, Wahid Ketua RT setempat, menyatakan bahwa mereka para nelayan belum mengetahui program-program BPJS ketenagakerjaan.

“Taunya kami program jaminan kesehatan melalui KIS,” ungkapnya.

Senada dengan itu, Iwan Adriansyah selaku Perisai Katar Mampang mengatakan, ini merupakan bentuk kehadiran Negara dalam melindungi warganya, termasuk para pekerja rentan seperti nelayan.

Para nelayan sangat antusias, bahkan pak marata bertanya tentang tata caranya seperti apa untuk menjadi peserta tersebut.

Baca :  Pasca Tsunami Selat Sunda, Dompet Dhuafa Bersama Bukulapak Bantu Nelayan Kembali Melaut

Yayat kemudian mengarahkan untuk teknis pendaftaran dan penjelasan lebih lanjut mengenai manfaat yang didapatkan, perisai untuk segera berkoordinasi dengan Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan dan para nelayan bisa mendapatkan informasi secara komprehensif.

Yayat berharap, informasi ini bisa didapatkan oleh seluruh nelayan di Indonesia, sehingga para nelayan bisa mendaftarkan dirinya untuk mendapatkan perlindungan.

“karena nilai manfaatnya yang sangat besar seperti dijaminnya pengobatan sampai sembuh, santunan kematian dan beasiswa untuk anak-anaknya,” pungkasnya.

Kontributor : Haqqi
Editor : Aru Prayogi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *