Site icon LEAD.co.id

Mahasiswa Kritisi Kerumunan di Alun-alun Kota Bogor, Menjadi Penyebaran Covid-19

Kerumunan, Kerumunan Alun-alun Kota Bogor, Alun-alun Kota Bogor, Penyebaran Covid-19

Kerumunan di Alun-alun Kota Bogor dikhawatirkan menjadi cluster baru penyebaran Covid-19

BOGOR (LEAD.co.id) – Alun-alun Kota Bogor yang diresmikan beberapa hari lalu telah menjadi pusat kerumunan masyarakat. Hal itu dikhawatirkan berpotensi menjadi cluster baru penyebaran Covid-19 di Kota Bogor.

Alun-alun di Jalan Kapten Muslihat itu diresmikan oleh Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil dan Wali Kota Bogor, Bima Arya, pada Jumat (17/12). Tempat itu digadang-gadang menjadi sarana pemersatu masyarakat dan peradaban Kota Bogor.

Pantauan Tim LEAD.co.id, antusias masyarakat sangat tinggi terhadap Alun-alun Kota Bogor tersebut. Usai diresmikan, tampak warga langsung berbondong bondong memenuhi lokasi itu untuk berolah raga maupun sekedar nongkrong.

Ramdhan dari Aliansi Mahasiswa Bogor menilai, kerumunan di Alun-alun tersebut telah merusak perjuangan melawan Covid-19. Pasalnya, banyak pengunjung yang tidak mematuhi protokol kesehatan (Prokes), tidak memakai masker dan tidak menjaga jarak.

Meski menyambut baik wacana Alun-alun Kota Bogor, namun pihaknya mengingatkan bahwa, Pemerintah Daerah seharusnya bertanggung jawab atas kerumunan di tengah Covid-19, bukan acuh dan membiarkan.

“Wacana dan peresmiannya Alun-alun Kota Bogor sangat baik, apa lagi dengan tujuan menyatukan masyarakat, dan peradaban yang sudah satu abad terpisah. Akan tetap mari kita melihat fakta dan Sikon (situasi dan kondisi) yang ada,” ujar Ramdhan dalam keterangan pers, pada Minggu (19/12/2021).

Menurut dia, semestinya Pemkot Bogor dan Satgas Covid-19 paham akan bahaya dari kerumunan yang tidak mematuhi Prokes. Karenanya, dia meminta Pemkot untuk mengambil tindakan terkait adanya kerumunan tersebut.

“Kerumunan yang ada tanpa Prokes yang berjalan, sudah se-yogyanya menjadi catatan untuk kemudian ditindak-lanjuti, baik dibubarkan, atau ditutup sementara Alun-alun Kota Bogor guna kemaslahatan bersama,” ujarnya.

Sebelumnya, Bima Arya mangatakan, Alun-alun ini bukan hanya sebagai tempat nongkrong dan olahraga, tapi juga untuk membangun kebersamaan dan peradaban kota. Karena, tidak ada kota yang maju tanpa warganya yang bersama-sama.

Sementara itu, Ridwan Kamil meyampaikan, ciri kota yang baik yaitu memberikan rasa nyaman bagi anak kecil, bagi perempuan memberikan rasa aman, dan bagi lansia memberikan rasa rindu dan aman.

“Esensi alun-alun adalah ruang keluarga bagi warga bogor. Alun-alun juga sebagai ruang demokrasi untuk siapa saja tanpa ada batasan sehingga ini mengekspresikan ruang bersama,” tambah Gubernur Jabar.

 

Kontributor: Surya Sp
Editor: Aru Prayogi

Exit mobile version