Alun-alun Kota Bogor dan Monumen Pahlawan yang Dihilangkan

oleh -1,237 views
Alun-alun Kota Bogor, dan Monumen Pahlawan yang Dihilangkan, Kapten Muslihat, Plaza Kapten Muslihat
Penampakan Monmen Kapten Muslihat saat pembangunan Alun-alun Kota Bogor, di Jalan Kapten Muslihat, Kecamatan Bogor Tengah

BOGOR (LEAD.co.id) – Kota Bogor kini punya Alun-alun yang berlokasi di bekas Plaza Kapten Muslihat atau sering disebut Taman Topi. Namun, patut disayangkan kemegahan Alun-alun Kota Bogor ini telah menghilangkan monumen Kapten Muslihat, pahlawan yang mengorbankan diri demi kemerdekaan bangsa Indonesia.

Ikon baru Kota Bogor ini telah diresmikan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil dan Wali Kota Bogor, Bima Arya, pada Jumat, 17 Desember 2021. Bima mengatakan, diresmikannya Alun-alun Kota Bogor itu menandai bersatunya kembali yang sudah satu abad telah berpisah, yaitu Stasiun Bogor dan Taman Wilhelmina.

“Pemerintah Kota dari masa ke masa terus berikhtiar melayani warga mendirikan Taman Ade Irma Suryani di sini, Plaza Kapten Muslihat di sana untuk mengenang perjuangannya,” kata Bima dalam sambutan peresmian.

Lokasi itu awalnya merupakan Taman Wilhelmina yang dibangun di sebelah Stasiun Kereta Api pada satu abad lalu. Mengutip National Geographic Indonesia, dulu Stasiun itu dibangun untuk mempercepat lalu lintas barang dan manusia antara Buitenzorg (Bogor) dan Batavia (Jakarta).

Di depan Stasiun Bogor, pada 1910 dibangun Taman Wilhelmina atau Taman Kebon Kembang. Taman itu dulu dibuat untuk menghormati Putri Wilhelmina, Ratu Belanda yang berkuasa pada tahun 1890-1948.

Baca :  Tragedi Kanjuruhan, Ratusan Suporter Nyalakan Lilin di Kota Hujan

Taman Wilhelmina selanjutnya diubah menjadi Plaza Kapten Muslihat atau sering disebut Taman Topi yang diresmikan oleh Gubernur Jawa Barat, Yogi SM pada tahun 1985. Di sekitar plaza itu sebelumnya telah diresmikan Taman Ade Irma Suryani pada tahun 1975.

Kapten Muslihat bernama asli Tubagus Muslihat adalah seorang Pahlawan pejuang Revolusi Nasional 1945 di Bogor. Dia bertugas sebagai komandan Kompi IV Batalion II Tentara Keamanan Rakyat (TKR).

Tubagus Muslihat lahir di Pandeglang, Banten, pada tanggal 26 Oktober 1926. Dia gugur di saat melawan penjajah pada tanggal 25 Desember 1945 kemudian dikebumikan di Taman Makam Pahlawan Dreded, Kota Bogor.

Untuk mengenang perjuangannya, dibangunlah Patung Kapten Muslihat di lokasi meninggalnya tersebut, yaitu Jalan Kapten Muslihat, sebelumnya bernama jalan Banten.

“Dahulu namanya Jalan Banten. Lokasi Kapten Muslihat gugur di dekat rel kereta api antara Taman Topi dan Polresta Bogor,” kata Benyamin, pemandu Museum Perjoangan Bogor seperti dikutip Tribunnews Bogor, pada tanggal 24 November 2019.

Baca :  Mengintip Pameran Bonsai di Alun-alun Kota Bogor

Kapten Muslihat tertembak di bagian perut, gugur saat usianya masih 19 tahun. Pakaian asli dengan bekas bercak darah yang dikenakannya saat gugur masih tersimpan di Museum Perjoangan Bogor.

Meski antusias masyarakat tinggi terhadap dibangunnya Alun-alun, namun Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor seolah melupakan pengorbanan para pahlawan. Pasalnya, pembangunan Alun-alun ini telah menghilangkan nama Plaza Kapten Muslihat maupun monumennya.

Dinas Perumahan dan Permukiman (Perumkim) Kota Bogor berkilah mengamankan patung tersebut, akan membuat ulang yang lebih bagus kemudian memasangnya kembali. Proyek itu akan dilaksanakan melalui APBD Tahun 2022.

Kepala Bidang Pengelolaan Keanekaragaman Hayati Disperumkim, Irfan Zacki Faizal mengatakan, patung Kapten Muslihat baru dibuat tahun depan karena saat ini belum ada anggarannya.

“Kita akan buat patung baru karena patung eksisiting sudah retak. Posisinya juga dipindah ke Jalan Merdeka persimpangan Jalan Kapten Muslihat,” jelas Irfan, pada Minggu (7/11).

Wacana itu disampaikan setelah Pemkot Bopgor melakukan beberapa kali pertemuan dengan ahli waris, budayawan, sejarawan, veteran yang sebelumnya memprotes ditelantarkannya Patung Kapten Muslihat.

Wacana Disperumkim hanyalah “Omong Kosong” juka merujuk Surat Keputusan Sekretaris Daerah Kota Bogor Nomor 028.45-36 Tahun 2020 Tentang Penghapusan Bangunan Plaza Kapten Muslihat dan Taman Ade Irma Suryani di Jalan Kapten Muslihat, Kelurahan Pabaton, Kecamatan Bogor Tengah.

Baca :  Sambut HJB 540, Masyarakat Padati Alun-alun Kota Bogor

Dalam Surat Keputusan tersebut jelas tertulis bahwa bongkaran bangunan Plaza Kapten Muslihat dan Taman Ade Irma Suryani telah menyerah-terimakan kepada PT Setia Tehnik Jaya sebagaimana tertuang dalam Berita Acara Serah Terima Nomor 028/BA454- PPJUDK.

Perusahaan tersebut juga telah melakukan pembayaran atas penjualan bongkaran bangunan Plaza Kapten Muslihat dan Taman Ade Irma Suryani kepada Bendahara Pengeluaran Disperumkim sebesar Rp 103.000.000 pada tanggal 27 Juli 2020.

Selain itu, tidak adanya perencanaan pemasangan monumen Kapten Muslihat dalam anggaran tahun 2021 semakin memperkuat bahwa Pemkot Bogor akan menghilangkan monumen tersebut, tidak mempunyai niat untuk menghormati pengorbanan para pahlawan.

Untuk itu, Redaksi LEAD.co.id menyarankan Pemkot Bogor melalui Disperumkim untuk bertaubat dan meminta maaf kepada masyarakat. Karena, kemerdekaan Indonesia tidak diperoleh secara gratis, melainkan penuh darah pahlawan kemerdekaan, salah satunya darah Kapten Muslihat.

 

Oleh: M. Samsul Anam
Pimpinan Redaksi LEAD.co.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *