Malam Pergantian Tahun, Pengurus Masjid Al Jabar dan MWC NU Plumbon Gelar Dzikir dan Peringatan Maulid

0

Cirebon – Malam pergantian tahun, pengurus Masjid Al Jabar bekerjasama dengan Majelis Wakil Cabang (MWC) Nahdlatul Ulama Plumbon, menggelar dzikir dan memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW dengan tema “Kita bebaskan sarana peribadatan dari politik praktis untuk membangun bangsa seutuhnya” yang digelar di Kecamatan Plumbon, Kabupaten Cirebon, Senin (31/12/18).

Kegiatan ini, dihadiri oleh KH. M. Abbas Byakhsyi Fuad Hasyim, sebagai penceramah, dari ceramahnya ini, memberi pesan kepada masyarakat, terutama Masjid jangan dijadikan Masjid untuk berpolitik praktis.

Menurut penyelenggara dari pengurus Masjid Al Jabar, kegiatan ini untuk mengingatkan kepada masyarakat, terutama pada malam pergantian mari dijaga dengan berzikir dan berdoa, dan mengingatkan kepada masyarakat bahwa Masjid itu bukan untuk berpolitik.

Baca :  Program Jabar Bagja, Ajak Dhuafa Berdaya

“Jangan Masjid digunakan untuk berpolitik praktis, mari kita jaga agar bangsa ini tetap bersatu dan menjaga keutuhan bangsa ini, ‘ kata dia, kepada wartawan.

Sementara itu, Penceramah pada kegiatan ini, KH. M. Abbas Byakhsyi Fuad Hasyim menyatakan, bahwa dirinya juga tidak setuju dengan kegiatan Masjid jika dijadikan untuk berpolitik praktis. “Momentum ini lagi adanya pesta demokrasi, dan masyarakat, maupun para tokoh, termasuk tokoh agama, silahkan memilih dukungan, yang terpenting jangan masjid digunakan untuk berpolitik,” ujar dia.

Ia menjelaskan, jangan sampai fitnah melanda, jika masjid digunakan berpolitik praktis, maka, fitnah itu akan menyebar di kalangan masyarakat, oleh karenanya, mari dijaga keutuhan masjid untuk beribadah.

Baca :  Program Jabar Bagja, Ajak Dhuafa Berdaya

Kegiatan ini, kata dia, sangat bagus dilaksanakan oleh masyarakat, terutama pengurus Masjid Al Jabar, sebagai penyelenggara dan mengingatkan kepada masyarakat bahwa masjid untuk beribadah. “Dengan kegiatan ini, penyelenggara mengingatkan, bahwa masjid bukan untuk kegiatan berpolitik praktis, tetapi untuk beribadah, dan saya sangat mendukung sekali, dan tidak setuju jika masjid digunakan berpolitik,” pungkas dia. ( firman/ wan).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here