Marak Kapal Luar, HMI Cabang Merauke Angkat Bicara

0

LEAD.co.id | Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Merauke angkat bicara terkait maraknya kapal nelayan dari luar daerah yang merugikan masyarakat Merauke secara ekonomis. Karenanya, pihaknya menawarkan solusi kepada pemerintah setempat untuk meningkatkan ekonomi masyarakat yang berbasis perikanan tersebut.

Kabupaten Merauke merupakan Daerah yang kaya Sumber Daya Alam (SDA) di sektor Perikanan dan Pertanian, dimana terdapat berbagai macam jenis ikan, diantaranya Kakap Cina, Kakap Putih, Gulama, dan Kuru yang gelembung ikannya dibuat Benang Jahit dan konsumsi di Mancanegara.

Namun, banyak nelayan lokal yang mengeluh terhadap kapal luar Daerah yang datang ke perairan Merauke. Jika pemerintah melakukan pembiaran maka nelayan lokal tidak akan mendapat kan hasil kekayaan lautnya sendiri.

Baca :  HMI, Gus Dur dan Kekuasaan

“Bahwa di Merauke ada masalah soal pencarian ikan. Sejak dua tahun lalu nelayan lokal bisa menikmati hasil kekayaan laut, tetapi pada saat tahun 2018 nelayan mengeluh akan hasil tangkapan mereka karena menjamurnya kapal dari luar daerah,” ungkap Ketua Umum HMI Cabang Merauka, Sultan saat memberi sambutan pada Rapat Anggota Komariat (RAK) HMI Faperta UNMUS, Merauke, Sabtu (2/3/2019).

Adapun menurut Sultan, kapal nelayan luar daerah yang dimaksud yaitu kapal dari Cilacap dan Tanjung Bunga, dimana kapal dengan gret 30 gt ini seharusnya tidak boleh memasang jaring di wilayah nelayan lokal dengan jarak 10 mil dari wilayah perairan Merauke.

Baca :  Kejaksaan Negeri Sorong Terapkan SI KOTEKA dan SI PACE MACE

“Harusnya memasang jaringnya 60 mil dari permukaan laut Merauke, dan mereka memakai Jaring trol dimana jaring tersebut akan merusak ekosisitem laut Merauke,” terangnya.

Atas hal itu, Sultan menyatakan bahwa pihak HMI menawarkan solusi terkait masalah tersebut kepada Bupati Merauke, DPRD, dan dinas Perikanan setempat. “Jika tawaran solusi kami tidak di tindak lanjuti maka seluruh nelayan di pesisir akan turun aksi,” tegasnya. (Dzulq)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here