Site icon LEAD.co.id

Membangun Budaya Membaca

Budaya Membaca, Membaca, Rida Nurdiani,

Oleh: Rida Nurdiani

Membangun membaca berarti membuat atau melakukan sesuatu yang mengarah atau membuat. Tentu saja akan melakukan sesuatu atau berbuat sesuatu yang tentunya akan melakukan.

Oleh karena itu, dengan demikian akan melakukan gerakan membaca yang mengarah pada segala hal yang mengarah “rajin dan berbuat” sehingga bisa membaca. Dalam hal ini yang berorientasi suatu perbuatan positif.

Budaya membaca berarti berbuat untuk melakukan perubahan. Hasilnya akan menambah ilmu pengetahuan. Oleh karena disinilah seseorang bisa rajin membaca buku karena ingin memetik ilmunya. Ingin mengambil hikmahnya. Sebab buku merupakan gudangnya ilmu. Taglinenya menjadi “membaca membuka jendela dunia”.

Tentunya memiliki makna yang luas dari kalimat tersebut yang tidak hanya mengandung makna:

  1. Memperluas wawasan melalui membaca:
  2. Meningkatkan kecerdasan melalui membaca;
  3. Menambah pengetahuan melalui membaca;
  4. Meningkatkan wawasan dan pengalaman rohani karena membaca;
  5. Membangun etika, emosional dan karakter kepribadian si pembaca.

Sangat luas ternyata ketika memaknai secara harfiah dari kata “membaca”. Begitu luas dan bermaknanya hidup ini karena membaca. Maka dari itu, dengan membaca akan mampu menelusuri rahasia semesta.

Banyak cara bisa kita lakukan ketika membaca. Begitu juga cara dan sarana membaca. Kita mengenal perpustakaan, kita sudah mendengar istilah taman bacaan juga rumah baca. Hal tersebut sebagai sarana yang bisa diperoleh ketika ingin membaca.

Seharusnya membaca bisa menjadi kebutuhan. Jika sudah bisa menjadikan membaca buku suatu kewajiban, niscaya kecerdasan pun akan melekat yang tentunya akan meningkatkan sumber daya manusia (SDM).

Bagi masyarakat intelektual akan menjadikan membaca suatu kebutuhan. Tentu seiring dengan situasi dan zaman akan terjadi perubahan besar menuju kesuksesan.

Membuka Wawasan Kecendekiawanan

Sarana prasarana akan merubah pola kehidupan. Sistematis ilmu pengetahuan itu akan nampak terasa dalam kehidupan itu. Tentunya menuju ke arah itu tidak instan butuh waktu dan kelengkapan sarana.

Intelektualitas seseorang juga bisa dilihat dari banyak tidaknya buku yang dibaca. Luas tidaknya wawasan seseorang juga ditentukan oleh wawasan pengetahuan. Maka istilah cendikiawan akan melekat pada kepribadian yang berbudi luhur dan mampu merealisasikan di berbagai bidang karena disiplin ilmunya. Jadi wajar jika siapapun yang bercita-cita untuk membuat rumah baca.

Adalah sangat mulia bagi siapa pun ketika memiliki rumah baca dibiayainya sendiri. Penulis telah menelusuri tidak banyak tentunya yang sanggup berbuat seperti itu atas dorongan hatinya. Intinya ingin berbuat untuk perubahan di zamannya.
Dalam satu kota hanya beberapa saja. Sebut Rumah Baca Ace Sumanta terletak di perkampungan. Minat baca masyarakat cukup lumayan banyak karena ada rangsangan untuk mendapatkan bonus dan hadiah.

Budaya membaca tetap harus menjadi prioritas jika ingin lebih cerdas dan bermartabat.

Penulis adalah ASN guru di SMPN 20 Kota Bogor, Kepala Perpustakaan Sekolah, juga Ketua Umum Forum Sastra Bogor

Exit mobile version