BOGOR (Lead.co.id) – Puluhan anak dari Cijeruk yang terdaftar sebagai peserta Taman Baca Nyala Aksara Putra Bangsa telah mengikuti kegiatan perdana Gerakan Literasi Putra Bangsa, di Kompleks Edukasi Putra Bangsa, Kabupaten Bogor, pada Minggu (3/8/2025).
Kegiatan tersebut merupakan program setahun penuh dengan beragam kegiatan mingguan seperti kursus bahasa inggris, kursus Komputer, kursus membaca dan menulis, melukis, Membaca bersama, bermain teater, nonton bareng, diskusi dan mencetak buku karya bersama.
Kegiatan yang dilaksanakan setiap hari Sabtu dan Minggu selama setahun ini diinisiasi oleh Yayasan Daya Putra Bangsa (Yapaba) bekerjasama dengan Maha Padma Paratha Foundation (MaPa Foundation) dan para sahabat Yapaba yang memiliki kepedulian bagi pembangunan dan penguatan budaya literasi masyarakat, khususnya anak-anak di desa Cipicung Kabupaten Bogor.
Ada yang menarik dalam kegiatan kumpul perdana ini dimana selepas sosialisasi kegiatan, anak-anak diajak untuk peduli lingkungan dengan cara memunguti sampah non organik di lingkungan kampung Pasirangin.
Dengan antusias mereka bersama-sama bergerak dan masing-masing dengan gembira memunguti sampah plastik di sepanjang jalan yang mereka lalui.
Anak-anak usia Sekolah Dasar (SD) dan Menengah pertama (SMP) ini dibangkitkan rasa kepedulian terhadap kampungnya, diminta mampu menjadi bagian warga dalam menjaga kebersihan dan diharapkan bertumbuh menjadi generasi bangsa yang sadar literasi, peduli lingkungan dan mampu mengembangkan kecerdasan sosial serta kecerdasan lainnya untuk menjadi pribadi mandiri dan bertanggung jawab.
Menurut Isti Wuryanti, S.Pd selaku Pembina Gerakan Literasi Putra Bangsa yang menaungi Taman Baca Putra Bangsa dan Taman Baca Nyala Aksara, “Program literasi putra bangsa ini menjadi sarana pembentukan karakter anak yang mandiri dan bertanggung jawab, mampu mengakses perkembangan teknologi dan informasi secara positif dan produktif, cerdas dan santun dalam bersosialisasi dan tercerahkan melalui aneka kegiatan yang dilaksanakan bersama di komplek putra bangsa ini,” ungkap Isti optimis.
Senada dengan itu, Heri Cokro, Pembina Yapaba juga menyampaikan bahwa kesadaran dan kepedulian sosial, kecerdasan literasi dan keterampilan hidup harus ditanamkan sejak usia dini, dengan mengajak orangtua sebagai pendukung utama dan stakeholder desa, Daya Putra Bangsa sejak berdiri 3 tahun lalu memang selalu berkomitmen untuk membina generasi baru dalam upaya mampu bersaing secara kolaboratif dalam menghadapi kehidupannya di masa depan.
“Upaya menjaga generasi baru dari gempuran budaya dan teknologi informasi yang destruktif harus ditangkal dengan aktifitas kreatif dan produktif dan sekaligus rekreatif, sehingga anak-anak antusias dan gembira selama mengikuti kegiatan bersama Yapaba yang saat ini turut didukung oleh MaPa Foundation ini,” pungkasnya.
Yayasan Daya Putra Bangsa adalah lembaga yang bergerak di bidang edukasi publik dan sosial. Saat ini, pihaknya telah membina Pendidikan Anak Usia Dini dengan TK Plus Putra Bangsa, dua Taman Baca yaitu Taman Baca Putra Bangsa di Kampung Pancasan, Rancamaya Kota Bogor dan Taman Baca Nyala Aksara di Kampung Pasirangin, Desa Cipicung, Kabupaten Bogor, Melaksanakan Diskusi Rutin Bulanan, Sawala Dasa Wacana, Sanggar Seni Putra Bangsa, Kajian agama dan budaya, serta santunan dan kegiatan edukatif lainnya.





