BOGOR (Lead.co.id) – Generasi muda pasti identik dengan kata hangout. Hang out sendiri adalah istilah yang digunakan untuk mengajak pergi jalan atau sekedar menghabiskan waktu uang ke sebuah tempat. Saat ini banyak sekali tempat-tempat hang out anak muda yang modern.
Tak dipungkiri bahwa lebih banyak anak muda yang lebih memilih pergi ke mall atau cafeshop untuk menghabiskan hari libur atau waktu luangnya. Lalu pertanyaannya, seberapa besar generasi muda yang masih memilih museum sebagai tempat hangout?
Bogor memilki lebih dari 10 museum baik di kabupaten atau kota. Namun hingga saat ini, belum ada data pasti yang dirilis pemerintah perihal jumlah museum yang ada di bogor.
Di Bogor sendiri, meseum sudah seperti kehilangan pesonanya. Daya tarik wisatawan maupun warga local seperti memudar, apalagi muda mudi yang sepertinya lebih memilih nongkrong di tempat ngopi daripada berkunjung ke museum. Padahal museum dikategorikan sebagai tempat hang out dan media mengingat sejarah yang penting bagi generasi muda.
Apalagi sebagai mahasiswa, museum merupakan sarana yang memberi chemistry berbeda dengan tempat hangout lain. Selain bisa memicu rasa nasionalisme, museum juga merupakan objek yang amat menarik untuk memantik nalar kritis, baik secara yang disuguhkan, koleksi, peristiwa, maupun pengelolaan.
Dari banyaknya museum yang ada di Bogor, ada satu museum menarik yang sampai saat ini masih jarang diketahui bahkan oleh warga bogor sendiri. Museum ini terletak di Jl. Ir. H. Juanda 22 – 24, Pusat Penelitian Biologi – LIPI, Paledang, Bogor Tengah.
Museum Nasional Sejarah Alam Indonesia (MUNASAIN) Museum yang pada awalnya bernama Museum Etnobotani Indonesia (MEI). Diresmikan pada 18 Mei 1982 oleh Menristek Prof. Dr. Ing. B. J. Habibie hingga pada 31 Agustus 2016 lalu, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) melakukan pembaruan terhadap MEI menjadi MUNASAIN.
MUNASAIN merupakan satu-satunya museum mengenai sejarah alam Indonesia yang menampilkan sumber daya, budaya, dan ekosistem dari Sabang sampai Merauke dengan koleksi berjumlah 1880 nomor (LIPI, 2018, Mei 16).
Selain itu juga, MUNASAIN merupakan museum sejarah alam Indonesia yang menampilkan informasi lengkap terkait tipe ekosistem dan sumber daya hayati Nusantara. Keberadaan Munasain menjadi penting sebagai media penyadartahuan tentang alam Indonesia yang saat ini mengalami penurunan kualitas lingkungannya.
Sebagai museum nasional, Munasain mengenalkan sejarah alam Indonesia, budaya, dan keanekaragaman hayati yang menjadi identitas bangsa. Munasain juga merupakan museum berbasis sains yang bertujuan untuk memberikan pendidikan berkesinambungan kepada pengunjung.
Koleksi MUNASAIN sendiri terdiri dari alat alat rumah tangga seperti sandang, pangan, obat-obatan tradisional, kerajinan tangan, alat musik, hingga rempah rempah dari berbagai daerah di Indonesia.
Museum ini juga menyimpan sekitar 2000 artefak. Sedangkan pada setiap kaca pamer, menampilkan koleksi berdasarkan jenis tumbuhan dan pemanfaatan-nya. Namun, selain ditampilkan pada kaca pamer, beberapa koleksi juga dipamerkan secara terbuka.
Uniknya, MUNASAIN tidak hanya menampilkan koleksinya hanya secara rupa, namun juga pemanfaatannya. Kita dapat melihat pemanfaatan batok kelapa, bambu, teknik pewarnaan batik, kain tenun dan masih banyak lagi kreatifitas nenek moyang yang begitu menarik untuk kita lihat secara mendalam.
Tapi, mengapa museum-museum dibogor yang berisi begitu banyak benda bersejarah jarang sekali dikunjungi oleh masyarakat kita? Berikut alasan mengapa Museum masi dipandang sebelah mata oleh masyarakat.
Tapi, mengapa museum-museum di bogor yang berisi begitu banyak benda bersejarah jarang sekali dikunjungi oleh masyarakat kita? Berikut alasan mengapa Museum masi dipandang sebelah mata oleh masyarakat.
Selama ini, museum memiliki stereotype yang mengatakan bahwa museu terkesan kuno, tua dan angker. Tetapi harus terkesan menarik dan megah sehingga masyarakat pun tidak lagi bersikap acuh tak acuh pada museum. Museum perlu di renovasi dan di remajakan kembali sehingga menarik minat masyarakat untuk mendatanginya.
Dalam hal ini, sepertinya kita perlu belajar dari museum-museum yang ada di luar negeri yang selalu ramai dengan pengunjung. Museum-museum tersebut sangat elegan dan terawat sehingga membuat masyarakat senang dan ingin berkunjung ke sana. Tak heran, museum menjadi salah satu tujuan wisata yang selalu ramai pengunjung.
Sebagai masyarakat yang sangat kaya akan cerita dan sejarah, kita harus menjaga peninggalan-peninggalan masa lalu yang sangat penting bagi negara ini. Dengan turut meramaikan museum yang ada di Bogor, kita ikut belajar menghargai dan memahami apa yang telah diperjuangkan oleh para pahlawan demi kita dan cucu kita di masa depan nanti.
Penulis: Ana Siti Septia, Desi Hermawati, Mochammad Afdhal Virgieawan, Sophi Mulia, Rizki Kurniawan





