Saat Jelajah Museum Dipandu oleh Rekan Disabilitas

oleh -422 views
Jelajah Museum, Disabilitas
Kegiatan Jelajah Museum bersama rekan rekan Disabilitas, di pelataran Gedung D Museum Tanah dan Pertanian Bogor, Sabtu (7/3/2020).

LEAD.co.id | Sebanyak 150 orang dari berbagai kalangan baik umum maupun komunitas, berbaris sembari menenteng kain penutup mata di pelataran Gedung D Museum Tanah dan Pertanian Bogor.

Mereka adalah para peserta dari acara Solidaritas Disabilitas Indonesia dalam tema Jelajah Museum bersama Rekan-rekan Disabilitas. Kain penutup mata yang dipegang para peserta adalah untuk melangsungkan kegiatan jelajah museum dengan mata tertutup yang dipandu oleh rekan-rekan Tunanetra.

Wajah setiap peserta tampak tegang ketika mata mereka mulai tertutup dan kaki mereka masuk ke gedung salah satu ruangan di museum Tanah dan Pertanian.

Dalam kegiatan jelajah museum dengan mata tertutup ini, sedikitnya peserta diajak untuk merasakan beraktifitas macam rekan-rekan Tunanetra.

Setelah menjelajahi ruang museum, para peserta kembali memadati pelataran museum untuk belajar bahasa isyarat dan berbagi cerita mengenai kesan berkunjung ke museum dengan menggunakan bahasa isyarat bersama rekan-rekan Tunarungu. Dalam kegiatan kedua ini para peserta tampak berantusias dalam belajar bahasa isyarat.

Baca :  Hari Disabilitas Internasional, Rumah Anak Mandiri Gelar Pentas Seni dan Pameran Lukisan

Menurut Laras Novalia, Fahriza Nugraha, dan Andi Mauludi selaku fasilitator acara, kegiatan tersebut bertujuan sebagai dukungan untuk meningkatkan hak, martabat, dan kesejahteraan para penyandang disabilitas yang kerap mendapatkan stigma negatif.

“Pada kegiatan ini kami ingin merangkul rekan-rekan disabilitas khususnya di kota Bogor untuk menunjukkan bakat yang mereka miliki,” ujar Fahriza Nugraha, saat acara, Sabtu pagi (7/3/2020).

Selain itu, lanjut dia, dari terselenggaranya acara ini juga untuk mempererat tali silaturahmi antar komunitas, berbagi cerita mengenai kegiatan komunitas, dan mengenalkannya kepada khalayak.

Baca :  GBNN Gelar Buka Puasa Bersama dengan Penyandang Disabilitas

Pada acara tersebut juga menyuguhkan penampilan musik dari grup musik penyandang disabilitas. Seperti Ki Samat & Mang Mail yang mendawaikan kecapi biola khas tanah Sunda, dan siswa/siswi SLBN Cibinong dengan grup musik akustik bernama The Brocos.

Bukan hanya itu, Arum DKK dari komunitas Lihat Kami Bogor juga hadir meramaikan acara dengan menyampaikan Cita-cita menggunakan bahasa isyarat dan verbal. Lalu ada pula bazar makanan/minuman hingga pakaian dari berbagai produk komunitas.

Akhmad Syaikhu HS selaku Kepala Pengelola Museum Tanah dan Pertanian mengaku kegiatan Jelajah Museum bersama Rekan-rekan Disabilitas ini sangat berkesan dan dapat memberikan pengalaman baru bagi para peserta untuk lebih mengenal pertanian Indonesia.

“Dari adanya acara ini menjadi ajang berbagi antar kita semua, dan pihak museum menjadi terdorong untuk menyediakan area dan koleksi museum yang ramah bagi penyandang disabilitas,” imbuh Syaikhu kepada tim LEAD.co.id.

Baca :  PPDI dan YPD Ajak Penyandang Disabilitas Peringati HUT RI ke-77

Acara Jelajah Museum bersama Rekan-rekan Disabilitas didukung penuh oleh berbagai komunitas di kota Bogor seperti Blind Coffee, Diffable Action, Sundaland Ethno Music Festival, Osoji Bogor, Bogor Mengabdi, Gerkatin Bogor, Bogor Eco Print, Wabe Project, dan lainnya.

Pada penghujung acara, ditutup dengan penghitungan donasi yang telah terkumpul di sepanjang jalannya acara. Ada pun total donasi yang terkumpul sebesar 5.020.000.00,- yang mana hasil donasi tersebut langsung dibagikan kepada beberapa komunitas disabilitas Jabodetabek dan komunitas Adat Longlian di Kalimantan Utara.

Reporter: Aru Prayogi
Editor : Fardiansyah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *