Muktamar NU Dibuka, Jokowi Apresiasi Dukungan Penanganan Pandemi

oleh -340 views
Muktamar NU, Jokowi, Penanganan Pandemi
Presiden Jokowi saat membuka Muktamar NU ke-34, di Pondok Pesantren Darussa'adah, Kabupaten Lampung Tengah, pada Rabu, 22 Desember 2021 [File: BPMI Setpres]

LAMPUNG (LEAD.co.id) – Presiden Jokowi mengapresiasi dukungan Nahdlatul Ulama (NU) terhadap penanganan pandemi Covid-19 di Indonesia. Apresiasi itu disampaikan saat secara resmi membuka Muktamar NU ke-34, di Pondok Pesantren Darussa’adah, Kabupaten Lampung Tengah, pada Rabu (22/12/2021).

“Saya menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang tinggi kepada Nadhlatul Ulama yang telah membantu pemerintah dalam menenangkan umat, menenangkan masyarakat dalam masa pandemi ini,” ujar Jokowi dalam sambutannya.

Menurut dia, dukungan NU yang mengajak masyarakat untuk mentaati protokol kesehatan dan mengikuti program vaksin telah memberikan dampak nyata bagi penanganan Covid-19. Melalui ajakan para ulama dan kiai NU, masyarakat menjadi antusias mengikuti vaksinasi.

Baca :  Kawal Jokowi, Aktivis 98 Konsolidasi Lawan Radikalisme

“Inilah pengaruh para ulama, para kiai dalam mengajak masyarakat untuk ikut vaksinasi,” ungkap Jokowi.

Hadir dalam acara tersebut diantaranya Wakil Presiden Ma’ruf Amin, Jusuf Kalla, Mensetneg Pratikno, Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, Ketua Umum PBNU Said Aqil Siradj, Rais ‘Am PBNU Miftachul Akhyar, Gubernur Lampung Arinal Djunaidi, dan Bupati Lampung Tengah Musa Ahmad.

Dalam kesempatan itu Jokowi menjelaskan bahwa, saat ini kasus Covid-19 di Indonesia berada di angka 216 kasus, setelah pada Juli lalu mencapai angka 56 ribu kasus harian. Menurut dia, dukungan NU turut mempengaruhi menurunnya tingkat kasus tersebut.

Baca :  Bertemu Presiden Jokowi, Habibie Tegaskan Persatuan Bangsa Tak Bisa Ditawar

“Alhamdulilah hanya 216 kasus per hari di seluruh Tanah Air. Kalau kita memiliki 514 kabupaten/kota, kasusnya hanya 216, artinya di setiap kota dan kabupaten hanya ada setengah kasus,” ucap Presiden.

Tidak hanya kasus harian yang menurun, tingkat vaksinasi di Indonesia saat ini juga terus meningkat. Berdasarkan data yang diterima, saat ini Indonesia telah menyuntikkan 263 juta vaksin kepada masyarakat dan 1 juta vaksin kepada anak-anak usia 6-11 tahun.

Meski demikian, Jokowi menegaskan kepada semua pihak untuk tetap waspada terhadap munculnya varian baru Covid-19. Dia mengajak semua pihak untuk terus menerapakan protokol kesehatan secara ketat agar terlindung dari penyebaran Covid-19.

Baca :  Gus Yahya Temui Presiden Jokowi, Laporkan Hasil Muktamar NU

“Kita tetap harus masih hati-hati, masih harus waspada karena sekarang muncul varian baru yang namanya Omicron telah ada 83.000 kasus di dunia dan ke negara kita Indonesia juga telah masuk,” ungkapnya.

 

Reporter: Sally Sumeke
Editor: Aru Prayogi
Sumber: BPMI Setpres

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *