Munaslub, Masika Berubah Nama Menjadi Pemuda ICMI

oleh -623 views

JAKARTA (Lead.co.id) – Masika Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) telah resmi berubah nama menjadi Pemuda ICMI. Perubahan itu diputuskan dalam Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub), di Hotel Ambhara, Jakarta, Sabtu (17/9/2022).

Majelis Sinergi Kalam (Masika) ICMI didirikan pada 8 Oktober 1993, merupakan organisasi otonom yang mewadahi para intelektual muda di lingkungan ICMI. Perubahan nama menjadi Pemuda ICMI merupakan rekomendasi dari Muktamar ICMI 2021.

“Perubahan ini merupakan respons atas rekomendasi Muktamar ICMI sekaligus ikhtiar untuk menegaskan posisi para intelektual muda ICMI untuk bisa lebih kontributif bagi kerja-kerja keumatan dan kebangsaan,” ujar Ketua Umum Pemuda ICMI, Ismail Rumadan dalam keterangannya.

Baca :  Welcome to Bogor City: Peserta Pelantikan dan Rakernas ICMI

Munaslub Masika ICMI dengan agenda tunggal perubahan nama dihadiri para Pengurus Nasional yang berkedudukan di Ibu Kota dan pengurus 29 organisasi wilayah. Munaslub digelar hybrid secara luring maupun daring.

Menurut Ismail, keputusan mengubah nama organisasi juga didasari oleh keinginan untuk bisa lebih berperan dalam kerja-kerja nyata di tengah masyarakat. Pihaknya juga ingin menjalankan tugas sebagai intelektual.

“Ini adalah ikhtiar untuk beradaptasi, dengan mengubah dan mempertegas orientasi organisasi menjadi organisasi yang adaptif dan transformatif,” cetusnya.

Ketua Umum ICMI, Arief Satria dalam forum tersebut mengatakan, organisasi seperti Pemuda ICMI menghadapi tantangan yang tidak mudah ke depannya.

Baca :  Sekilas Sosok Sekpel MPP ICMI: Wardiman Djojonegoro

Pasalnya, kata Arif, ritme dinamika perubahan kini semakin cepat, dan terjadi bukan lagi dalam kurun abad, melainkan semakin pendek terjadi dalam hitungan dekade.

“Karenanya kita harus responsif dan adaptif dalam menghadapi perubahan yang serba cepat ini,” ujar Rektor IPB ini.

Mantan Ketua Umum ICMI, Jimly Ashiddiqie mengatakan, cendekiawan adalah mereka yang peduli pada masalah-masalah sosial di sekitarnya, dan ia turut berperan dan berkontribusi sosial.

“Karena itu Pemuda ICMI harus memberikan perhatian serius pada masa depan umat dan masa depan peradaban kita, serta ikut berperan dalam menyelesaikan persoalan-persoalan global,” ujar Jimly.

Baca :  ICMI Gelar Muktamar ke-VII dan Milad ke-31 di Bandung

Munaslub diadakan dengan agenda tunggal perubahan nama organisasi yang diikuti penyesuaian Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga. Bertindak sebagai pimpinan sidang yaitu Muharam Yamlean, Taufan Ihsan Tuarita, dan Anco Farham.

“Hari ini merupakan momentum bersejarah bagi organisasi, menjelang 29 tahun kelahiran organisasi ini,” ujar Muharam.

Wakil Ketua Umum ICMI, Priyo Budi Santoso dalam sambutan penutupan Munaslub mengatakan, organisasi kepemudaan ICMI harus tetap mempertahankan ruh kecendekiawanan, keumatan, dan keindonesiaan.

“Itu adalah salah satu ciri khas yang harus dipertahankan,” ujar Priyo.