Museum Pajajaran Gunakan Hebel, Disparbud Angkat Bicara

oleh -459 views

BOGOR (Lead.co.id) – Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kota Bogor angkat suara soal proyek pembangunan Museum Pajajaran yang tidak memakai batu bata merah, tapi menggunakan hebel.

Kadis Disparbud Kota Bogor, Iceu Pujiati menjelaskan bahwa, penggantian hebel dari batu bata merah itu tidak ada dari nota kesepakatan dengan para budayawan.

“Itu adanya diberita acara notulensi saat kita pembahasan design dengan tim Masyarakat Peduli Bumi Ageung Batutulis Pakuan Padjadjaran,” tegas Kadis Disparbud Kota Bogor, Iceu Pujiati kepada awak media, pada Selasa (7/11/2023).

Baca :  Mahasiswa Desak Kejari Usut Penyimpangan Proyek di Kota Bogor

Dia menerangkan bahwa, dari awal pihaknya tidak menginginkan adanya perubahan dari hebel ke batu bata merah. Karena, kata Iceu, hebel sudah ada dalam Rencana Anggaran Biaya (RAB) hukum kontrak Disparbud.

“Yang ditolak oleh masyarakat peduli Bumi Ageung Batutulis Pakwan Padjadjaran yaitu soal design,” jelas Iceu.

Penolakan tersebut, lanjut dia, hanya soal design yang dianggap oleh budayawan tidak sesuai dengan marwah kesundaan.

“Tidak ada penolakan soal material. Penolakan di design,” lanjut Iceu.

Oleh sebab itu, Iceu menegaskan, pada saat rapat dengan para budayawan muncul perubahan-perubahan salah satunya material bangunan.

Baca :  Audiensi ke Disparbud, Srikandi Kandaga Urang Sunda Akan Gelar Event Nasional

Namun Iceu sudah menyampaikan bahwa ketika ada perubahan, harus dilengkapi dengan justifikasi hukum atau teknis yang menyatakan hebel boleh dirubah menjadi batu bata merah.

“Jadi bukan batu bata duluan ya, hebel dulu. Bukan batu bata diganti hebel. Yang ada di RAB kami itu hebel,” kesal Iceu
Iceu menambahkan, ketika nantinya tidak ada justifikasi yang kuat saat diperiksa, pihaknya tetap mematuhi hukum kontrak.

“Aspirasi boleh, tapi tolong perhatikan juga justifikasinya, hukum kontraknya,” tukas  Iceu.

Dia juga menginformasikan bahwa, saat ini sudah mencapai 65 persen pada minggu ke-19, progres masih berjalan lancar. Untuk prediksi hambatan hanya masalah Kota Bogor memasuki musim penghujan.

Baca :  Pembangunan Trase Baru Jalan Saleh Danasasmita Melaju, Capai 79 Persen

“Meski hujan tetapi kami optimis selesai tanggal 21 Desember 2023. Semua sudah on the track atau sesuai dengan perencanaan pembangunan,” tutup Iceu kepada wartawan.