Neng Dyah, Politisi PKB kini Hijrah ke PDIP

oleh -1,084 views
Neng Dyah, Politisi PKB, PKB, Hijrah, PDIP
Nyai Hj Aisyah As'adiyah (Ning Dhiah) saat pengukuhan sebagai anggota kehormatan di kantor DPC PDIP Pamekasan, Perum Graha Indah, Tlanakan, pada Senin, 3 Januari 2022

PAMEKASAN (LEAD.co.id) – Nyai Hj Aisyah As’adiyah secara resmi bergabung ke Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Ning Dyah, sapaan akrabnya, sebelumnya merupakan kader Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan sempat menjadi Calon Legislatif (Caleg) pada Pemilu 2019 lalu.

Ning Dyah sapaan akrabnya, merupakan pengasuh pondok pesantren Al Huda Sumber Nangka, Desa Duko Timur, Kecamatan Larangan, Kabupaten Pamekasan. Bergabungnya Ning Dyah di PDIP telah mendapatkan restu dari sang Ibunda yakni, Ny Hj Makkiah As’ad.

Bahkan, sebagai bentuk dukungannya, puteri ketiga KH As’ad Syamsul Arifin, Sukorejo, Situbondo itu turut hadir saat pengukuhan Ning Dyiah sebagai anggota kehormatan dan Ketua Dewan Pertimbangan DPC PDIP Pamekasan.

Baca :  Cak Imin Diperiksa KPK Terkait Kasus Proyek PUPR

“Partai ini, bisa menjadi partai yang menjalankan misi Rasulullah dalam menciptakan iklim demokrasi yang berketuhanan,” kata Nyai Makkiyah saat pengukuhan Ning Dhiah di kantor DPC PDIP Pamekasan, Perum Graha Indah, Tlanakan, pada Senin (3/1/2022).

Nyai Makkiyah juga sempat memaparkan bagaimana kedekatan sang ayah, KH As’ad Syamsul Arifin dengan Proklamator sekaligus Presiden RI yang pertama, Ir. Soekarno. Menurut dia, semasa hidup, Soekarno sering sowan kepada KH. As’ad.

“Bung Karno sering bertemu ayah saya. Beliau selalu menegaskan bahwa beliau warga NU. Beliau juga dekat dengan para ulama,” kata dia.

Baca :  Hijrah !, Dulu Anak Preman Sekarang Pimpinan Majelis Ta'lim

Sementara Ning Dyah mengungkapkan, keputusannya bergabung dengan PDIP sudah berdasarkan pertimbangan yang matang, bahkan melalui proses istikharah.

Dirinya mengaku akan menjadikan PDIP sebagai ladang dakwah dan perjuangan, sehingga keberadaannya di partai bukan sekedar formalitas, namun memiliki manfaat bagi masyarakat.

“Kalau selama ini partai ini dianggap sebagai partai komunis dan kafir, maka ijinkanlah saya untuk mengislamkannya,” kata Ning Dyah.

Ning Dhiah menyatakan sudah siap dengan segala risiko serta munculnya anggapan negatif dari beberapa orang. Bahkan, dia siap menjadikan segala tudingan tersebut sebagai tantangan untuk membuktikan bahwa dakwah tidak selamanya harus di masjid.

Baca :  Relawan Jokowi Sebut Pernyataan Joko Priyoski Mengadu Domba

Sekretaris DPC PDIP Pamekasan, Nadi Mulyadi menegaskan, bergabungnya Ning Diyah sekaligus Cucu dari KH As’ad Samsul Arifin ini bisa menjadi amunisi untuk membesarkan DPC PDIP Pamekasan yang selama ini dianggap terpuruk.

“Ning Dhiah adalah bagian dari semangat kami untuk bangkit dan membuktikan bahwa kami masih ada,” ujar Mulyadi.

 

Reporter: Moh Hasanuddin
Editor: Aru Prayogi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *