Omicron Membuat Malam Tahun Baru di Kota Bogor Sunyi

oleh -420 views
Omicron, Malam Tahun Baru, Tahun Baru di Kota Bogor, Tahun Baru Sepi

BOGOR (LEAD.co.id) – Malam tahun baru di Kota Bogor kali ini tampak sepi dan sunyi, tidak seperti biasanya. Pasalnya, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) melakukan patroli untuk memastikan tidak ada kerumunan di Kota Bogor, pada Jumat malam (31/12/2021).

Patroli dilakukan untuk mencegah terjadinya kerumunan yang bisa menyebabkan penyebaran Covid-19 dengan varian baru, Omicron. Tampak dalam patroli itu Danrem Suryakencana, Kapolresta Bogor Kota, Dandim, Kepala Kejari, Dandenpom III/1, Wali Kota Bogor dan Wakilnya, serta Sekda.

Usai apel di Balaikota Bogor, tim kemudian berkeliling untuk memantau titik pertama di simpang Terminal Baranangsiang. Di titik ini pihaknya melakukan penutupan arus lalu lintas dari arah Sukasari dan arah exit tol menuju Tugu Kujang.

Baca :  Polisi Gagalkan Peredaran Ecstasy untuk Malam Tahun Baru

Selain di Baranangsiang, titik lainnya yang dilakukan penutupan lalin secara situasional adalah simpang Warung Jambu, Air mancur, Simpang McDonald Lodaya, Jembatan Merah dan Simpang Empang.

“Ruas jalan protokol dilakukan penutupan untuk mencegah terjadinya kerumunan di pusat kota,” kata Wali Kota Bogor, Bima Arya dalam keterangannya.

Kapolresta Bogor Kota Kompol Susatyo Purnomo Condro mengatakan, sebanyak 1.360 personel gabungan dari Pemkot Bogor dan TNI/Polri memonitor potensi kerumunan di pusat kota dan 30 titik lainnya.

Dia mengucapkan terimakasih kepada warga yang sudah patuh dan menahan diri untuk tidak melakukan euforia berlebihan di malam pergantian tahun ini.

Baca :  Syukuran Kantor Baru, Mifel Herdiyanto Jadi Sekretaris PWRI Bogor

“Tentunya ini menjadi modal kita semua agar Kota Bogor bisa segera keluar dari pandemi. Langkah-langkah taktis seperti ini akan terus kami terapkan karena ini masih dalam operasi lilin, terutama di weekend ini,” kata dia.

Selain melakukan rekayasa lalu lintas, Forkopimda Kota Bogor juga melakukan monitoring terhadap titik kerumunan di sepanjang jalan yang dilintasi, terutama di sekitar Alun-Alun dan Tugu Kujang.

“Tapi secara keseluruhan banyak warga yang menahan diri. Memang ada arus motor, kemudian diputar balik. Nyaris tidak ada perayaan atau pesta kembang api di hotel-hotel, cafe dan sejenisnya,” ujar Bima.

Baca :  Waspada Corona Varian Omicron, Jokowi Minta Gencarkan Vaksinasi

Dalam malam pergantian tahun ini, Forkopimda Kota Bogor juga mengisi dengan doa dan harapan, salah satunya menyongsong 2022 dengan penuh optimistis.

Bima Arya mengaku telah belajar dari tahun 2021, kebersamaan dan soliditas adalah modal yang utama. Namun demikian, pada 2022 masih ada yang tidak pasti, yaitu menghadapi virus Omicron, menyeimbangkan kembali antara gas dan rem.

“Tapi 2021 kami banyak belajar bagaimana menyeimbangkan itu, kapan harus gas dan kapan harus rem dan masyarakat pun sudah mulai terbiasa. Jadi, kata kuncinya adalah kompak, solid untuk level Forkopimda,” harap Bima.

 

Reporter: Jhonie
Editor: Aru Prayogi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *