Pakaian Adat Nusantara dan Gombal Bupati Warnai Hari Ibu di Batang

oleh -400 views

LEAS.co.id | Upacara Peringatan Hari Ibu tingkat Kabupaten Batang berlangsung di halaman Kantor Bupati Batang, Jawa Tengah, Senin (23/12/2019). Uniknya, peserta upacara yang didominasi kaum Hawa ini mengenakan pakaian adat nusantara, tak terkecuali Komandan Upacara, Brigadir Polwan Maulia Alvitsari.

Bupati Batang Wihaji, bertindak sebagai Pembina Upacara juga memakai topi tradisional Tiilangga ( Sasando) asal Pulau Rote, Provinsi Nusa Tenggara Timur ( NTT). Hadir pula Wakil Bupati Suyono, Kasdim 0736 Batang Mayor Inf. Raji , Sekda Batang Nasikhin dan kepala OPD.

Tampak Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Batang Ny. Uni Kuslantasih Wihaji, Ketua Bhayangkara Polres Batang Ny. Dhanik Sinulingga Ketua Persit Kartika Candra Kirana Cabang XXIV Kodim 0736 Bayang Ny. Melina Henry RJ Napitupulu.

Baca :  Jelang Lomba PBB, Kodim 0736/Batang Gembleng Siswa-siswi SLTA

“Saya tidak gombal, hari ini saya lihat jari tidak ada jari manisnya karena ternyata jari manis saya berada di ibu – ibu semua,” gombal Wihaji saat upacara yang disambut tepuk dan tawa kaum hawa.

Hari Ibu merukan hari bersejarah kaum ibu – ibu, yang sejak subuh hampir semua grup watshap dari berbagai kalimat yang baik ditujukan ke Ibu. Hari Ibu memiliki kekuatan yang luar biasa, jangan sampai berhenti di whatsap tapi diapliksikan atau dipraktekan dalam keseharianya.

“Penghormatan hari ibu semoga dapat diaplikasikan dengan menghormati, menyayangi dan didoakan agar tetap diberikan kekuatan dan kesehatan,” pintanya

Baca :  Polsek Tanjungsari Bekuk 2 Begal Motor

Wihaji juga mengatakan diera sekarang ini tidak ada pembeda antara kaum lelaki dan perempuan, bedanya kaum perempuan yakni mengalami haid, hamil, melahirkan, menyusui. Selain itu sama memiliki kesempatan dan kekuatan yang sama dengan laki laki.

“Momentum ini menjadi perbaikan bersama, karena ibu tidak hanya mengurusi sumur ,dapur kasur tapi negara bangsa dan negara bisa dipersatuakan oleh Ibu,” terang Wihaji.

Dijelaskan pula penggunaan pakaian adat nusantara merupakan bagian dari persatuan dan persatuan. Karena ibu juga memberikan peran penting dalam masa menjaga persatuan dan kesaruan bangsa.

Baca :  Wihaji Minta Antisipasi Kejahatan di Hari Raya Natal dan Tahun Baru

“Walaupun kita orang Batang jiwa nasionalisnya sangat tinggi, untuk saling menghormati budaya lain, cinta pakaian adat, dan saling toleran dalam beragama,” jelas Wihaji. (Hera/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *