Pandemi Covid-19, Pendapatan Driver Ojol di Pamekasan Turun Drastis

176
0
LEAD.co.id | Sejak adanya mewabah pandemi virus Corona atau Covid-19, Pemerintah mengeluarkan beberapa kebijkan, mulai dari menutup sejumlah tempat yang menimbulkan keramaian hingga menerapkan Physical Distancing.

Hal itu, tak hanya berimbas kepada pengusaha-pengusaha besar, PKL dan pengusaha CV, serta masyarakat yang berprofesi sebagai Ojek Online (Ojol) juga merasakan dampak dari virus mematikan  satu tersebut.

Salah satu driver  Gojek, Hasan Baidawi (60) mengatakan, sejak adanya wabah Covid-19 omzetnya turun drastis.

Ia menceritakan, sebelum adanya pandemi Covid-19 ini setiap harinya ia bisa meraup keuntungan antara 100 hingga 150 ribu rupiah, namun selama covid-19 ia hanya mengantongi 70 ribu rupiah, itupun sudah paling mentok.

“Biasanya penghasilan saya dalam setiap harinya 100 hingga 150 ribu, tapi semenjak adanya virus Corona, penghasilan saya paling besar 70 ribu,” katanya, Jumat (10/4/2020).

Hasan menjelaskan, ia biasanya bekerja dari jam 08.00 WIB sampai jam 20.00 WIB, itu sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarganya. Namun, sekarang dirinya harus bekerja sampai jam 12 malam untuk mencukupi kebutuhan rumah tangganya tersebut.

Tak hanya itu, pria kelahiran Desa Ceguk tersebut juga menjelaskan, untuk mengurangi bebannya sebagai kepala keluarga, ia mengaku harus mengirit pengeluaran untuk kebutuhan dirinya saat bekerja jadi Ojol.

“Biasanya saya makan beli di warung di dekat tempat saya bekerja, sekarang kalau mau makan saya  pulang ke rumah”, pungkasnya.

Baca :  Tolak Reklamasi, Laskar Merah Putih Demo DPRD Pamekasan

Reporter : Priyanto D
Editor: Moh Hasanuddin

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here