BOGOR (Lead.co.id) – Kampung Adat Urug yang terletak di Desa Kiarapandak Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor memiliki keunikan tersendiri seperti pantangan atau larangan yang harus dipatuhi dan tidak boleh dilanggar bagi warganya.
Ketua Adat Kampung Adat Urug yang akrab di sapa Abah Ukat menjelaskan, ada beberapa larangan yang berlaku di Kampung Urug, yakni larangan menggarap lahan pertanian padi pada hari Minggu hingga pantangan berbicara ketika menumbuk padi.
“Bagian ngegarap dipertanian aja digarapan kan nyangkul hari minggu ga boleh, pokoknya ga boleh,” kata Abah Ukat.
Larangan tersebut masih diikuti dan dilestarikan oleh seluruh warga kampung Urug dan menjadi salah satu mitos pamali turun menurun dari generasi ke generasi yang pernah ada.
“Adapun sebelum padi menjadi beras nggak bakalan ngomong, kalau ditanya orang, ngejawab berarti ngelanggar kana aturan (pamali) dan resiko ditanggung sendiri,” ujar Abah Ukat.
Selain larangan menggarap atau mencangkul lahan padi atau akrab di sebut sawah pada hari Minggu, kampung Urug juga memiliki pantangan unik lainnya yaitu larangan berbicara ketika sedang menumbuk padi massal. Untuk menghindari hal tersebut warga kampung Urug memiliki tempat menumbuk padi kusus yang bertempat jauh dari keramaian.
“Mendingan kalau numbuk mah di belakang jarang ada orang itu giliran massal,” ungkapnya.
Penulis: Sifa Nazma





