Panti Yuliwis Resman Dampingi Anak-anak Belajar Jarak Jauh

0
Panti, Yuliwis Resman, Anak, PJJ
Para pengasuh di Panti Asuhan Yuliwis Resman saat mendampingi Anak-anak melakukan pembelajaran Jarak Jauh (PJJ)

LEAD.co.id | Anak-anak Panti Asuhan Yuliwis Resman binaan Muhammadiyah Ranting Mampang Kota Depok mulai melakukan pembelajaran jarak jauh (PJJ) sejak bulan Maret lalu, seiring pandemi COVID-19.

Agar pembelajaran bisa berjalan dengan efektif dan efisien, para pengasuh secara bergantian mendampingi anak-anak belajar. Tidak hanya itu, bagi anak yang memiliki jenjang pendidikan lebih tinggi, secara suka rela ikut mendampingi proses belajar daring anak di bawahnya.

“Dari pengasuh mendampingi anak-anak belajar jarak jauh. Nanti, bagi kakak-kakak yang sudah selesai belajar, bisa membantu mendampingi adik-adiknya belajar. Dari dulu kita tekankan kekeluargaan. Yang besar itu kakak, yang kecil adik,” ungkap Hary, Kepala Panti Asuhan Yuliwis Resman melalui keterangan pers, Selasa (15/9/2020).

Menurutnya, saat ini, setidaknya ada 10 anak yang tinggal di rumah pengasuhan. Dari jumlah tersebut, 4 diantaranya merupakan anak jenjang SD, 5 jenjang SMP, 1 jenjang TK. Hal utama yang ditekankan olehnya kepada anak-anak yakni rasa kekeluargaan dan saling bahu-membahu.

Baca :  Curhat Terhadap Pendidikan Dasar Anak-Cucu Kita

Hal tersebut pun terlihat dalam proses PJJ, dimana siswa saling bahu-membahu belajar bersama. Menurut Hary, setiap pukul 07.30 WIB, biasanya anak-anak sudah bersiap untuk belajar bersama di 3 ruangan yang telah disiapkan.

Hary menjelaskan, untuk anak-anak yang duduk di jenjang SMP, rata-rata sudah memegang handphone sendiri untuk keperluan PJJ namun tetap didampingi. Sedangkan untuk anak-anak di jenjang SD dan TK, pihaknya menyiapkan beberapa komputer dan meminjamkan handphone pengasuh agar anak tetap bisa terhubung dengan sekolah dengan pendampingan.

Menurut Hary, jika dibandingkan dengan PJJ, anak-anak cenderung lebih paham ketika mengikuti pembelajaran tatap muka. Hal tersebut dikarenakan materi yang disampaikan guru lebih mudah dipahami oleh anak-anak.

Baca :  Bocah Berumur 14 Tahun ini Harus Mendekam di Kandang Ayam Akibat Gangguan Jiwa

“Mungkin anak-anak lebih bisa paham dan senang mengikuti pembelajaran tatap muka. Tapi mau bagaimana lagi karena memang ada corona. Kita juga dengan senang hati mendampingi anak-anak belajar,” terangnya.

Hary menjelaskan, anak-anak yang tinggal di rumah Panti Asuhan Yuliwis Resman berasal dari berbagai latar belakang yang berbeda. Dirinya selalu menekankan ke anak-anak agar selalu bersemangat belajar untuk menggapai masa depan yang lebih cerah.

Berkenaan dengan cita-cita, pihaknya pun selalu mendukung apapun yang diinginkan oleh anak-anak.

“Kita selalu berpesan ke anak-anak agar belajar yang rajin, kalau bisa hingga ke perguruan tinggi. Agar nanti bisa meraih cita-cita yang diinginkan. Untuk cita-cita, kita tidak pernah memaksakan harus jadi apa. Yang penting jadi anak yang baik,” paparnya.

Baca :  Bentuk Karakter Anak-Anak Perbatasan, Satgas 643 Jadi Guru PAUD

Sementara itu, Duta, salah satu anak yang tinggal di Rumah Pengasuhan Panti Yuliwis Resman, menjelaskan jika dirinya lebih paham ketika materi disampaikan oleh guru secara langsung.

Duta yang saat ini duduk di bangku VIII menjelaskan, selama ini PJJ di sekolahnya disampaikan melalui dua aplikasi. Yakni Google Classroom dan WhatsApp.

“Selama PJJ cenderung tidak ada kendala. Namun, saya lebih paham jika materi disampaikan guru langsung. Selain itu belajar di sekolah juga lebih enak, karena bisa bertemu teman-teman,” katanya

Sebagai anak yang usianya lebih tua di panti, dirinya sebisa mungkin menjadi kakak yang bisa mendampingi dan mengarahkan adik-adiknya. Saat PJJ pun dirinya juga berusaha membantu adik-adiknya yang kurang mengerti materi pelajaran.

Reporter: Ikhsan
Editor: Aru Prayogi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here