LEAD.co.id – Pasca bentrokan ormas di Yasmin dan Jl. Sholeh Iskandar, pihak BPPKB Banten dan PP sepakat damai melalui mediasi, di kantor Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Bogor, Senin petang (20/1/2020).
Pantauan tim LEAD.co.id, setelah terjadinya bentrokan, pada pukul 19.20 dilakukan mediasi antara pihak ormas Badan Pembinaan Potensi Keluarga Basar (BPPKB) Banten dan Pemuda Pancasila. Mediasi ini difasilitasi oleh pihak Kesbangpol Kota Bogor bersama Musyawarah Pimpinan Daerah (Muspida) setempat.
Dalam mediasi tersebut, Herlan Budiyatno selaku Ketua BPPH Pemuda Pancasila, menyatakan ingin sama sama damai, dan tidak ada lagi keributan ataupun bentrokan dikemudian hari.
Namun demikian, dirinya meminta pihak ormas BPPKB menarik pasukannya juga.
“Kami mengetahui adanya ormas BPPKB dari luar Bogor sudah datang di Ciomas, upaya ditarik kembali ke rumah masing-masing,” pinta Herlan.
Tim LEAD.co.id melaporkan, hal yang sama juga disampaikan oleh Dewan Pembina BPPKB, Taufik Qurakhman. Pihaknya mengaku ingin kembali damai seperti semula.
“Kami dari Banten ingin seperti biasa kembali, dan tidak ada tuntutan di kemudian hari,” ungkapnya.
Taufik mengaku sudah berkoordinasi dengan anggota ormas yang dil apangan, termasuk dengan ketua BPPKB, H. Enung.
Dewan Pembina BPPKB ini menyatakan masalah ini telah selesai, dan meminta ormas yang di lapangan membubarkan diri.

Informasi yang dihimpun tim LEAD.co.id, hasil mediasi pada petang hari tersebut diperoleh kesepakan resmi sebagai berikut,
Pertama, kedua belah pihak sepakat untuk menarik anggotanya dari tempat kejadian konflik.
Kedua, belah pihak sepakat untuk berdamai dan tidak memperpanjang masalah dan tidak akan mengulangi lagi dan tidak akan mengulangi lagi kesalahpahaman tersebut.
Ketiga, bahwa hal-hal yang belum tercantum dalam surat perdamaian ini akan diselesaikan dengan cara musyawarah untuk mufakat antara pihak satu dengan pihak kedua. (Red)





