Pelajar Jelajahi Balai Kota Bogor, Bima Arya Titip Kota Hijau dan Heritage

oleh -615 views
Pelajar Kota Bogor, Balai Kota Bogor, Bima Arya, Kota Hijau, Kota Heritage

BOGOR (Lead.co.id) – Dalam rangka memeriahkan Hari Jadi Bogor (HJB) ke-540, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor menggelar Balai Kota Open 2022 di Jalan Ir. H. Juanda, Kecamatan Bogor Tengah, pada Rabu (1/6/2022).

Sebanyak 100 pelajar terdiri dari 80 siswa-siswi SMA/SMK yang berprestasi di berbagai bidang dan 20 siswa-siswi SLB selevel SMA yang berkebutuhan khusus Tuna Rungu didampingi guru sebagai Juru Bahasa Isyarat telah memenuhi Balai Kota.

Memakai seragam putih abu para siswa siswi dari berbagai sekolah ini, satu persatu berkesempatan melakukan selfie dengan Wali Kota Bogor, Bima Arya sebelum memasuki ruang Paseban Sri Bima, Balai Kota Bogor.

Gelaran Balai Kota Open untuk pertama kalinya itu tampak meriah dengan dekorasi bunga-bunga cantik dan berwarna-warni menghiasi pelataran Balai Kota.

“Ini tempat dimana semua kebijakan warga Kota Bogor dibahas dan diputuskan,” ujar Bima Arya dalam sambutannya di hadapan para siswa.

Baca :  Polemik Biskita, Ratusan Pengemudi Angkot Kepung Balai Kota Bogor

Dia menceritakan, pada 32 tahun lalu tepatnya saat di bangku SMA, dirinya mengaku sangat aktif berorganisasi yang kemudian membawanya diundang Wali Kota Bogor, Suratman untuk datang ke Balai Kota untuk pertama kalinya.

Balai Kota ini berdiri sejak 1868 yang saat zaman kolonial dijadikan tempat pesta atau societeit dan hanya orang-orang Belanda yang bisa masuk.

“Nah, pada 1971 Balai Kota dijadikan sebagai kantor pemerintah. Ini tempat yang tidak semua orang bisa masuk, di sini setiap dua minggu sekali saya memimpin rapat bersama kepala dinas, camat, lurah memberikan arahan untuk Kota Bogor,” jelas dia.

Bima mengaku saat datang pertama kali ke Balai Kota Bogor tersebut belum memiliki cita-cita untuk menjadi Wali Kota. Keinginan menjadi Wali Kota Bogor terlintas saat dirinya kuliah S3 di Australia.

Baca :  Mau Tawuran, Puluhan Pelajar Kota Bogor Diamankan Polsek Citeureup

Dia melihat kota-kota besar di Australia yang tertata dengan baik dan sebagai warga asli Kota Bogor, dia ingin membawa Kota Bogor menjadi kota yang nyaman, aman dan tentram sesuai dengan sebutan Bogor di zaman dahulu, Buitenzorg.

“Saya dari kecil sudah suka politik, dari SMP, SMA, kuliah aktif organisasi dan saya tahu yang bisa merubah dunia hanya pemimpin, bukan pengamat atau peneliti,” imbuh dia.

Bima menjelaskan, ketika seseorang aktif berorganisasi, maka orang tersebut akan terbiasa dengan perbedaan. Orang yang terbiasa dengan perbedaanlah yang akan menjadi pemenang.

Di sisi lain, dengan aktif berorganisasi seseorang juga akan belajar menjadi pemimpin. Kepemimpinan itu luas dan setiap pemimpin punya karakter yang berbeda.

“Bagi saya ada karakter yang paling penting dari seorang pemimpin yakni pemimpin adalah orang-orang yang tahu jalan, menunjukkan jalan dan mengarahkan semua orang ke jalan itu. Karena kalau jadi pemimpin harus tahu mau bergerak kemana,” tegasnya.

Baca :  Jelang Idul Fitri, Bima Arya Tinjau Akses Pasar Kebon Kembang 

Kota Hijau dan Heritage

Dalam sambutannya, Bima mengaku akan membawa Kota Bogor kepada identitas utama. Identitas tersebut yakni sebagai kota hijau dan kota heritage.

Dia menegaskan bahwa, Bogor tidak akan menjadi kota metropolitan, tidak ada gedung-gedung tinggi, pusat kota akan menjadi Green City dan dua tahun lagi Balai Kota akan menjadi museum.

“Saya titip dua hal dan tolong dijaga, yakni alam, indah dan hijaunya Kota Bogor serta memakai produk lokal. Dan saya doakan kalian yang hadir hari ini memiliki karir yang bagus dan ditakdirkan jadi wali kota, gubernur atau presiden,” katanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *