PAMEKASAN (LEAD.co.id) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan menyediakan tempat bersalin bagi ibu hamil (Bumil) yang terkonfirmasi positif Covid-19. Hal itu disampaikan oleh Bupati Pamekasan, Baddrut Tamam melalui rapat virtual bersama tenaga kesehatan, pada Minggu (11/7/2021).
Tindakan Pemkab Pamekasan ini dilakukan setelah mencuatnya berita yang menimpa Agustin Damayanti beberapa waktu lalu. Ibu hamil yang dalam proses persalinan anaknya sempat ditolak sejumlah rumah sakit karena hasil tes swap dinyatakan positif Covid-19. Yang akhirnya dibantu Bupati Sampang untuk melakukan persalinan di RS Nindhita Sampang.
Bupati Pamekasan, Baddrut Tamam mengatakan, hari ini negara kita termasuk Pamekasan benar-benar diuji. Jumlah orang sakit meningkat tajam, sehingga hampir semua rumah sakit terjadi antrean.
“Meskipun sudah menambah jumlah bed, RSUD Smart Pamekasan yang menjadi Rumah sakit rujukan juga penuh, karena pasien yang dirawat bukan hanya dari Pamekasan, tetapi pasien dari daerah lain termasuk Sampang dan Sumenep,” katanya.
“Sementara jumlah tenaga kesehatan yang terpapar COVID-19 juga meningkat bahkan ada beberapa orang meninggal dunia. Menghadapi situasi seperti saat ini kita harus dan terus melakukan ikhtiar,” imbuhnya.
Perintah Bupati Pamekasan untuk Mengambil Langkah Segera. Pada rapat virtual bersama tenaga kesehatan se Kabupaten Pamekasan itu Bupati Baddrut Tamam memerintahkan untuk segera mengambil langkah-langkah, antara lain;
1. Untuk mengatasi kekurangan tenaga kesehatan dengan cara untuk merekrut relawan tenaga kesehatan, perawat, bidan dan dokter.
2. Dalam waktu dekat kantor Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kabupaten Pamekasan bertempat di desa Budagan akan digunakan tempat persalinan khusus orang melahirkan normal dan positif covid).
3. Memberikan paket (berisi beras, susu, biskuit, mie, masker, vitamin dan maduTJ) bagi orang yang melaksanan isoman (terverifikasi Puskesmas/Dinkes).
“Marilah momentum ini kita jadikan momentum saling menguatkan, mari kita bersama-sama memperkuat wilayah hilir, dengan cara membantu melakukan edukasi (PPKM Darurat, dan mematuhi Protokol kesehatan), kunci penanganan Covid-19 adalah kedisiplinan masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan,” ajak Bupati.
Dinamika pemahaman masyarakat terhadap Covid-19, lanjut dia, sangatlah beragam. Hal ini menyebabkan tugas edukasi kepada masyarakat menjadi lebih berat, tetapi jika semua bahu membahu bersatu padu untuk memberikan edukasi, tugas berat ini akan menjadi lebih ringan.
“Selama wilayah hulu (masyarakat) tidak kita jaga bersama, maka hilir (Puskesmas dan RSUD) akan menjadi berat. Mari kita bersama-sama ambil bagian melalui posisi kita masing-masinh dalam penanganan krisis saat ini,” tandasnya.
Reporter: Kholisin Susanto
Editor: Moh Hasanuddin





