Pemkot Bogor : CGM Warisan Budaya

0

LEAD.co.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor kembali tegaskan festival tahunan “Bogor Street Festival” atau Festival Cap Go Meh (CGM) merupakan bagian dari warisan kebudayaan Bogor. Hal tersebut diungkapkan Walikota Bogor, Bima Arya dalam konferensi pers yang digelar Kamis siang (14/2) di Aula Makodim, Jalan Jendral Sudirman No. 33 Bogor Tengah.

“Saya tegaskan lagi, Bogor Street Festival atau Cap Go Meh, bukan kegiatan keagamaan, melainkan kegiatan budaya dan merupakan warisan bangsa. Bogor Street Festival sendiri adalah ajang pemersatu bangsa, dari Bogor untuk Indonesia,” ucap Bima.

Baca :  Pemkot Bogor Siapkan Tiga Lahan Pemakaman Covid-19

Bima menambahkan, saat ini bangsa Indonesia tengah diuji, dalam konteks komitmen kita terhadap kebersamaan dan keberagaman. Bahkan Masih banyak tokoh-tokoh yang meragukan kegiatan CGM dan menyangkut pautkan dengan politik.

“Saya menegaskan Cap Go Meh steril tanpa ada unsur politik di dalamnya. Ini bicara kebersamaan dan keberagaman sebagai DNA Kota Bogor. Harta yang paling berharga yang harus dijaga adalah kebersamaan kita masyarakat Bogor dalam keluarga,” tegas Bima.

Di tempat yang sama, Ketua Pelaksana Bogor Street Festival (BSF) 2019, Arifin Himawan, menuturkan bahwa festival budaya ini merupakan “penegasan atas nilai persatuan bangsa yang selalu dijaga oleh Kota Bogor.”

Baca :  Pimpin BPD KKSS, Andri Amarald Siap Kolaborasi dengan Pemkot Bogor

“Ini menjadi bukti bahwa semangat pluralisme, nilai toleransi dan kekayaan budaya yang di perlihatkan Kota Bogor sangat efektif mempersatukan masyarakat,” ungkapnya.

Dirinya juga menyampaikan fakta betapa masyarakat sangat dewasa menjaga kebangsaan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dari keseruan seni karnaval dan gempita akan disuguhkan sepanjang event berlangsung. BSF 2019 akan menyajikan berbagai pertunjukan seperti angklung, drum band, aksi bedug khas Banten dan hadroh.

“Helaran ini memang dipersembahkan untuk warga, untuk masyarakat, sebab itu kami menyebutnya dengan pesta rakyat. Jadi tentu kita harus bersama-sama menjaga, menikmati sajian peristiwa budaya ini dengan tertib. Mengedepankan kepentingan bersama dan tidak goyah dalam memelihara toleransi yang selama ini menjadi identitas masyarakat kita,” pungkasnya. (AP)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here