Oleh: Dr Apendi Arsyad
Alhamdulillah, di penghujung tahun 2022, tepatnya 7-8 Desember 2022, Fakultas Pertanian Universitas Djuanda (UNIDA) Ciawi Bogor, berkesempatan hadir di perkampungan Komunitas Peternak, pembudidaya Ayam Kampung Wisnur Aulia Berkah Farm di Desa Citepus Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.
Lokasinya tidak begitu jauh dari pantai Pelabuhan Ratu, dan atau jaraknya lebih kurang 4-5 jam perjalanan dari Kampus UNIDA Ciawi Kabupaten Bogor ke Desa Citepus tersebut. Desa Citepus terkenal sebagai destinasi wisata alam pantai berpasir putih yg cukup luas dan panjang. Kawasan ini banyak dikunjungi wisatawan domestik.
Alhamdulillah saya AA bersama para Dosen prodi Agribisnis (AGB) dan Peternakan (TNK), yang mendapat tugas pengabdian pada masyarakat (PPM, sponsor Kemendikristek RI program MBKM) telah melaksanakan kegiatan penyuluhan perternakan, fokus pada aspek budidaya dan pemasaran Ayam Kampung.
Hal ini sejalan dengan tema kegiatan PPM yaitu “Peningkatan ketrampilan budidaya dan pemasaran Ayam Kampung Unggul di Desa Citepus Sukabumi”.
Dari tema ini sudah bisa dipastikan teman teman dosen sebagai nara sumber terbagi dua, yakni dosen TNK memfokuskan materi aspek budidaya, sedang dosen AGB menyajikan materi aspek pemasaran Ayam Kampung, serta sistem agribisnis ternaknya.
Hadir para peserta sebanyak lk 15 orang dari kelompok peternak di desa Citepus Pelabuhan Ratu. Mereka sangat antusias mengikuti kegiatan penyuluhan peternakan tersebut. Para pemateri yang merupakan dosen Faperta UNIDA menyajikan materi sangat rinci dan mendalam yg berkaitan aspek teknis budidaya dan aspek sosial-ekonomi, terutama terkaitan pada subsistem pemasaran komoditas ternak ayam kampung.
Dua aspek dalam sistem agribisnis peternakan inilah, yang akan menentukan keberhasilan usaha peternakan utk memperoleh keuntungan maksimal. Dengan istilah lain, besar keuntungan dan keberuntungan, ditentukan pada pilihan strategi pada proses produksi yang efisien dan efektif, dengan menggunakan inovasi-teknologi yang mampu menghemat atau meminimumkan biaya produksi (cost production minimized), dan kemudian faktor harga dan saluran pemasaran hasil budidaya ternak, jika harganya bagus dan “mahal” produksi ternak terjual di pasar domestik dan apalagi ekspor, maka peluang memperoleh keuntungan, laba akan terbuka lebar.
Oleh karena itu, 2 aspek ini teknologi budidaya dan pemasaran ditinjau dari berbagai konsep dan cara praktek terbaik (best practices), hemat, murah, adanya local wisdoms seharusnya diketahui dan dipelajari kaum peternak, serta bagaimana kiat-kiat dan strategi memperoleh keuntungan maksimal (maximum profite) berbasis pengetahuan dan teknologinya, perlu diberikan atau disuluhkan kepada mereka, agar produksi dan produktivitas usaha para peternak Ayam Kampung rakyat akan terus membaik dan menguntungkan.
Kita pun paham bahwa apabila usaha berternak Ayam Kampung memperoleh laba (profitable), maka keberlangsungan agribisnis peternakan akan terpelihara dengan baik. Apa bila ketrampilan para peternak membaik, maka dampaknya yang muncul pengembangan usaha peternakan Ayam Kampung akan berkembang baik, sehingga meningkatkan penghasilan, membuka lapangan kerja baru dan perbaikan gizi-nutrisi keluarga serta retribusi pajak daerah atau penerimaan asli.daerah sendiri (PADS) Sukabumi, jika usaha dan investasi agribisnis peternakan semakin banyak diminati.
Daerah Sukabumi, memang kita kenal daerah investasi peternakan yang kian berkembang, bisnis skala menengah dan besar sudah amat berkembang maju di kawasan ini. Akan tetapi usaha ternak rakyat berskala kecil masih mengalami berbagai kendala atau persoalan dalam.aspek produksi dan pemasaran.
Ada penyuluhan peternakan untuk Kelompok Berusaha Bersama (KUB) atau Koperasi Peternak Rakyat yang merupakan usaha skala kecil, yang mulai tampak berkembang usaha beternak di Desa Citepus Pelabuhan Ratu Sukabumi, yang dimotori alumni peternakan (TNK) Faperta UNIDA (lulus tahun 2021) sdr Wira, hendaknya bisa didorong agar berkembang maju.
Untuk itu, mereka dituntut adanya sebuah kemampuan dan ketrampilan, bisa mengidentifikasi, mengatasi dan menanggulangi kendala dan permasalahan industri agro perternakan dengan tepat dan cepat dalam perspektif sistem yang berbasis pada aspek-aspek, atau variabel penentu yaitu sbb:
- Subsistem Penyediaan Saprotan ternak spt ketersediaan bibit dan anak ayam/DOC yg unggul, pakan ayam, vitamin/obat-obatan dan kandang Ayam yang bermutu, tetapi relatif murah harganya, dll (jika memungkin bahannya berbasil lokal).
- subsistem/Proses budidaya dan usaha tani peternak Ayam kampung (pilihan teknologi-inovasi yg efisien dan efektif), management produksi, skill sdm yg jujur, dll;
- Subsistem Penanganan dan pengolahan hasil peternakan, sortasi, grading, packaging, sertifikasi produk, dll (aspek hilirisasi, agroindustri utk meraih nilai tambah/value added)
- Subsistem pemasaran (strategi dan konsep penentuan harga 5-7 P, saluran pemasaran, margin dll) dan
- Subsistem penunjang (berbagai sistem kelembagaan yg mendukung kelancaran sistem agribisnis peternakan ayam kampung spt dukungan ketersediaan permodalan, pendidikan (diklatluhtar) sdm ternak, sistem dan pola kerjasama yg mutualistik, sistem conract farming, insprastruktur akses pasar dan kelancaran produksi spt ketersediaan listrik, air, telekomunikasi dll, terakhir regulasi dan kebijakan Pemerintah (Pusat dan Daerah) yg mendukung berkembangan usaha bisnis dan investasi peternakan. Dalam arti kata regulasi dan kebijakan yang diputuskan pro-produsen (rakyat yang berusaha tani, petani, peternak dan nelayan). Jangan gemar melakukan impor pangan semena-mena, yang berlindung mengatasnamakan kebutuhan rakyat-konsumen dikarenakan stok hasil pangan domestik yang kurang. Padahal itu hanya kedok semata untuk memberi jalan mulus dan pulus kepada para mapia pangan/ pemburu rente (rent seekers) di negeri ini untuk mendapatkan “upeti”, mereka itu berkeliaran di sekitar dan pusar kekuasaan (the ruling party).
Jadi sebenarnya cukup komplek dan banyak aspek dan faktor menentukan keberhasilan agribisnis perternakan Ayam Kampung. Oleh karena itu bagi peternak yang maju, tangguh dan siap bersaing, pola pikir (mindset,) harus berpikir dan bertindak memperhatikan semua aspek atau variabel “sosekbudpolhankam” secara menyeluruh (holistik) dan keterkaitannya (sistemik).
Kelima subsistem agribisnis ternak Ayah Kampung tersebut harus dikaji dan diperhatikan serta dicermati dinamikanya, termasuk sistem organisasi dan kelembagaannya dari masing masing subsistem tersebut.
Artinya jika para peternak ingin sukses dalam menjalankan usaha dan investasinya di bidang usaha peternakan Ayam Kampung di kawasan Pelabuhan Ratu Sukabumi Jawa Barat, maka para perternak harus dan wajib memahami seluk beluk sistem agribisnis peternakan dengan cermat dan teliti.
Tujuan akhir dari kegiatan penyuluhan peternakan, diselenggarakan di lokasi ini, salah satu membuka wawasan berpikir holistik dan sistemik. Banyak aspek dalam berusaha Ayam dan atau variabel “ipoleksosbudhankam” yang melekat dan perlu digali, dipahami serta dikalkulasi cost and revenue (RCnya), karena variabel itu saling berkaitan satu sama lain utk mencapai tujuan berbisnis usaha peternakan Ayam Kampung.
Ayam Kampung merupakan salah satu komoditas yg memiliki prospek yg bagus apabila dianalisis dari sisi permintaan (pasar), dan sementara persediaannya (supply) potensi keanekaragaman hayati Ayam Kampung sangatlah besar dan genetiknya unggul, tahan penyakit dan enak rasanya, yg kini kian berkembang biak di bumi Indonesia. Supply and demand Ayam Kampung di Indonesia sebenarnya sangat bagus dan kita optimis bahwa bisnis-agro ini akan berkembang pesat, sebab menguntungkan dan sumber dayanya berbasis lokal, bukan impor.
Penulis adalah Pendiri-Dosen Univesitas Djuanda Bogor/ Assosiate Profesor pada prodi Agribisnis; Konsultan K/L negara, Pegiat-Aktivis Ormas, dan Pengamat Sosial

