Perjuangan Pangesti, Bantu Warga di tengah Pandemi

oleh -890 views
Perjuangan, Pengesti, Warga, Pandemi
Sri Pangesti Budi Utami, Direktur Pemasaran dan Pengembangan Bisnis Rumah Sakit UMMI Kota Bogor saat di rumah warga yang menderita kelumpuhan [Foto: D3FNews/ Berry]

LEAD.co.id | Sebelum berangkat ke Rumah Sakit untuk memulai aktivitasnya, Sri Pangesti Budi Utami, selalu mencari informasi tentang perkembangan pasiennya, serta kondisi masyarakat yang mengalami hambatan untuk melakukan pengobatan di tengah pandemi.

Kali ini, Sri Pangesti Budi Utami, Direktur Pemasaran dan Pengembangan Bisnis Rumah Sakit UMMI Kota Bogor yang akrab disapa Pangesti ini, mendapat informasi adanya salah seorang warga beralamat di RT 004/010 kampung Pacilong Ujung, Kelurahan Kebon Pedes, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, bernama Tommy Saputra, yang perlu untuk segera dibantu, akibat mengalami kelumpuhan yang hingga kini masih diderita.

Atas informasi itu, Pangesti, merasa ingin membantu Tommy dalam mewujudkan cita citanya. Segera saja ia mencari alamat pasien tersebut, melalui salah seorang stafnya. Selang beberapa saat staf Rumah Sakit UMMI ini, sudah mendapatkan informasi lengkap mengenai keberadaan Tommy, pasien lumpuh berusia 10 tahun, putra kedua ibu Rini Rusmiati, yang tergolong keluarga tidak mampu.

Baca :  Demokrasi Elektoral di tengah Pandemi COVID-19

“Saya harus segara membantu menyelesaikan permasalahan yang dihadapi Tommy,” kata Pangesti seperti dikutip D3FNews, Selasa (13/10/2020).

Walaupun harus keluar masuk melalui gang kecil di kawasan pemakaman Blender, Pangesti, tidak kenal lelah dan tidak berputus asa. Ia terus menelusuri gang gang sempit itu dan akhirnya menemukan sebuah rumah sangat sederhana dimana Tommy beserta ibunya bernaung di rumah itu.

Dalam silaturahmi dengan keluarganya, masalah yang dihadapi Tommy salah satunya adalah kartu iuran BPJSnya sejak tahun 2019 terblokir, sehingga langkah pertama yang harus lakukan Pangesti adalah mengupayakan agar kartu BPJS dan KIS Tommy, bisa aktif, sehingga Tommy bisa berobat kembali” ujarnya.

Baca :  Pawai ke Jalan, Warga Belarusia Tuntut Lukashenko Mundur

Menurut Pangesti, kedua kaki Tommy keadaannya lumpuh, dengan gejala Diagnose osteogenesis inverfecta. Sejak tahun 2014 hingga 2019, Tommy menjalani perawatan rawat jalan di RSCM secara rutin 2 minggu sekali. Tetapi karena terkendala kartu iuran BPJSnya yang terblokir, maka perawatannya tertunda.

“Tommy itu, memiliki semangat belajar dan semangat hidup yang sangat luar biasa dan tegar. Saya akan mencarikan solusi agar Tommy bisa berjalan kembali walaupun harus menggunakan alat bantu” ucap Pangesti

Dalam kondisi fisik seperti itupun, kata Pangesti, Tommy sangat berkeinginan untuk melanjutkan jenjang pendidikannya masuk ke Pondok Pesantren. “Insya Allah, setelah masalah kartu BPJS dan kondisi kedua kakinya membaik, saya akan usahakan agar Tommy bisa mewujudkan impiannya masuk ke Pondok Pesantren” tekad Pangesti.

Baca :  Warga Kedung Waringin Bersihkan Sampah yang Menyumbat Drainase

“Sambil menunggu proses penyelesaian segalanya, Tommy diberikan perawatan dan pelayanan serta pengobatan di RS UMMI,” terang Pangseti, seraya berpesan “Saya ingin kebaikan yang kecil ini, bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat banyak, agar nilai yang kecil ini nantinya bisa menjadi saksi ketika kita ditanya Allah SWT, Apa yang sudah kamu lakukan dengan jabatan yang kamu pegang selama ini, masya Allah saya harus menjawab apa nanti, jika tidak saya lakukan sejak sekarang,” ucap Pangesti.

Tindakan Pangesti seperti ini, adalah sebagian kecil dari perilakunya sehari hari. Bahkan sebelumnya, Pangesti diberikan apreseasi oleh keluarga pasien karena Pangseti berserta Jajaran Direksi Rumah Sakit UMMI dianggap selalu memberikan pelayanan terbaik kepada setiap pasien yang sedang dirawatnya.

Reporter: Sally Sumeke
Editor: Aru Prayogi
Sumber: D3FNews/ Berry

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *