Perkosa Anak Tiri, Pria Parubaya Diganjar 10 Tahun Penjara

0

LEAD.co.id | Setubuhi anak tirinya, seorang pria paru baya berisinial S ditutut 10 tahun penjara, dengan denda 1 miliar rupiah, subsider 1 tahun dan 5 bulan kurungan. Pria 53 tahun tersebut, menurut Jaksa Penuntut Umum (JPU), Erly Andika, dalam persidangan dengan agenda pembacaan tuntutan. S terbukti perkosa anak tirinya yang saat itu masih berusia 15 tahun 6 bulan.

Dalam surat tuntutannya menyatakan bahwa terdakwa S melanggar Pasal 82 Ayat (1) UU Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Perppu Nomor 01 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua Atas UU 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak junto Pasal 76 E UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas Undang Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Dan barang bukti berupa satu buah celana panjang kain dikembalikan kepada saksi korban S.

Baca :  Evakuasi Banjir Sentani, Jumlah Korban Terus Bertambah

“Akibat perbuatanya terdakwa di dituntut 10 tahun penjara,” Ujar Erly, di Pengadilan Negeri Sorong Klas 1B, Rabu (78/2019).

Usai mendengarkan tuntutan JPU, Penasihat Hukum terdakwa, Rina Buwana, meminta kepada Majelis Hakim agar diberikan waktu satu minggu untuk menyampaikan nota pembelaanya (pledoi). setelah mendegarkan jawaban dari kuasa hukum terdakwa, Majelis Hakim tunggal, Ismail Wael, menunda persidangan hingga Rabu minggu depan.

Sebelumnya, terdakwa S menyetubuhi anak tirinya S berusia 15 tahun yang masih di bawah umur. Perbuatan terdakwa dilakukan pada Jumat tanggal 18 Januari 2019 sekitar pukul 10.00 WIT di sebuah rumah kosong di daerah SP3 Makbusun, Kabupaten Sorong.

Baca :  Oknum Ormas Penganiaya Wartawan Ditangkap Polres Lampung Utara

Perbuatan terdakwa terungkap ketika saksi IR (ibu korban) yang juga merupakan istri terdakwa menyuruh korban membeli panci di salah satu toko di SP2. Dengan modus mengantar korban sesampainya di sebuah rumah kosong di daerah SP3, terdakwa beralasan ingin melihat rumah kosong yang ingin dibeli. Setelah sampai di depan rumah kosong, terdakwa turun dari motor dan menyuruh korban masuk. Sampai didalam rumah terdakwa lalu memaksa korban melayani nafsu bejadnya. Terdakwa kerap mengancam akan membunuh korban jika tak mau melayaninya. Bahkan setelah menyetubuhi korban, terdakwa kembali mengancam akan membunuh jika korban melapor ke ibu kandungnya. (Ul)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here