Catatan untuk PLN

0

Oleh : Ryanti Suryawan

Dalam waktu yang bersamaan terjadi pemadaman secara serentak didaerah Jabodetabek, Banten, Jawa Barat dan sebagian wilayah di Jawa Tengah. Dan ini tentu menjadi perbincangan hangat baik dimasyarakat maupun dimedia sosial. Bahkan media asing turut menyoroti masalah mati lampu ini. Hingga menjadi trending topic di media sosial dengan tagar #matilampu, tidak hanya di Indonesia, Bahkan menjadi sorotan dunia.

Dampak yang ditimbulkannya akibat mati lampu ini cukup meluas hingga ke transportasi primadona yaitu MRT bahkan ada tampak dimedia sosial dan media tv dimana penumpang harus dievakuasi baik di rel elevated maupun dibawah tanah. Dan berita ini menghiasi media Indonesia dan media asing. Dan dengan kejadian seperti ini muncul pertanyaan tentang ketersediaan energi listrik moda transportasi massa yang menghabiskan anggaran puluhan triliun ini
ternyata tidak memiliki back up kesedian energi yang dapat menjamin pelayanan tidak terhenti bilamana mati listrik.

Baca :  LAPMI Makassar Bahas Melonjaknya Pembayaran Listrik saat Pandemi

Dan tentu pertanyaan ini menjadi perbincangan hangat. Lalu dengan kejadian ini Indonesia menjadi sorotan dunia. Tentu ini bukan sorotan yang membanggakan dan juga bukan berita yang mengnguntungkan bagi Indonesia. Karena Pemerintahan Indonesia selalu mempromosikan investasi di Indonesia adalah tempat yang tepat. Lalu dengan kasus mati lampu kemarin apakah Indonesia layak dijadikan tempat menanam modal? Karena dengan matinya lampu secara serentak kemarin ini berdampak meluas tidak hanya untuk skala rumah tangga akan tetapi pada hampir seluruh layanan perbankan dan jaringan komunikasi seluler juga mengalami hal yang sama. Masyarakat kesulitan melakukan transaksi perbankan karena ketiadaan jaringan internet. bahkan operasional ATM pun terganggu. Dan sejumlah pelaku usaha terutama sektor usaha mikro kecil menengah sangat terganggu dimana kelancaran usahanya sangat tergantung dari aliran listrik. Dan juga tak terhitung berapa banyak pabrik yang berhenti secara total karena mati listrik. Belum terhitung berapa jumlah kerugian akibat mati listrik ini, tentu jumlahnya diperkirakan mencapai triliunan rupiah.

Baca :  Bersama YBM PLN, DD Semprot Pesantren di Bogor

Disejumlah negara bila kejadian mati listrik dengan waktu yang cukup lama PLN setempat akan bertanggung jawab dengan memberikan kompensasi dalam bentuk pemotongan tagihan dalam jumlah tertentu. Memang PLN siapkan anggaran kompensasi mencapai 1 triliun dan memang ini tertuang dalam peraturan Menteri ( Permen ) ESDM RI no 27 Tahun 2017. Dan tercantum dalam ayat 1pasal 6. Yang dimana PLN wajib memberikan pengurangan tagihan listrik. akan tetapi jangan berharap banyak terhadap kompensasi tersebut karena belum tentu setara dengan kerugian yang dialami dari dampak mati lampu ini. Dan terlepas dari blackout yang terjadi semoga kejadian ini menjadi pembelajaran yang sangat berharga bagi semua pihak. Dan sangat penting untuk memberikan dukungan kepada PLN agar masalah ini tidak terulang kembali. Sekiranya PLN perlu mengkaji dan blak blakan secara terbuka bagaimn sebenarnya kondisi sistem perlistrikan di negeri ini. Dan sekiranya PLN melakukan investigasi dan mengusut tuntas pangkal penyebab matinya aliran listrik secara serentak ini. Dan kita tunggu langkah apa sekitarnya yang akan diberikan sebagai bentuk pertanggungjawaban ke publik.

Baca :  Berharap Pada DPR Baru

 

Penulis adalah Wakil Ketua DPC Partai Gerindra Kota Bogor

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here