Oleh : Teddy Khumaedi
Presiden Soekarno mengatakan “Berikan aku sepuluh orang pemuda, akan ku goncangkan dunia“. Karena masa muda merupakan suatu masa dimana seseorang mampu melaksanakan suatu pekerjaan dengan sebaik-baiknya.
Maka jelaslah pemuda merupakan asset terbesar bagi suatu bangsa, Negara Indonesia adalah Negara yang paling kaya sejagat raya ini, dalam sebuah lirik lagu dikatakan “tongkat kayu dan batu bisa jadi tanaman“ apalagi tanamannya.
Kaitannya dengan teks di atas, diantara banyak hari bersejarah, ada 3 tiga yang paling berarti bagi lahirnya bangsa Indonesia. Pertama, lahirnya organisasi boedi utomo, 1908, yaitu kesadaran untuk menjadi satu bangsa. Kedua, diikrarkannya satu kesepakatan “menjadi satu bangsa, bangsa Indonesia melalui gerakan sumpah pemuda” 1928. Ketiga, diproklamasikannya bangsa Indonesia “menjadi bangsa yang merdeka” 17/8/1945.
Perlu diketahui, bahwa proses terjadinya ketiga peristiwa sejarah bangsa yang luar biasa dan menakjubkan itu dimotori oleh kaum muda oleh karena itu sangat jelas kalau pemuda merupakan asset terbesar bagi suatu Negara, khususnya Negara Indonesia yang tercinta ini.
Hari Sumpah Pemuda sangat penting untuk selalu diperingati terlebih dijadikan refleksi kilas balik kebangkitan pemuda saat ini, Begitu pula dengan Hari Kemerdekaan Indonesia yang biasa kita kenal dengan sebutan Hari Ulang Tahun (HUT) RI 17 Agustus 1945.
Apalagi dalam situasi bangsa dan Negara yang sedang mengalami krisis nasionalisme, krisis Kepemimpinan Nasional, dan krisis Dinamisasi sosial (Social crush) saat sekarang ini terjadi hampir di segala sendi kemasyarakatan, dimana kita sadari secara histori bahwa semangat “persatuan dan kebersamaan“ yang dengan susah payah berhasil dirajut oleh para pendahulu bangsa ini, telah luntur bahkan sudah merosot kembali pada semangat individualisme dan feodalisme yang menjadikan egoisme subur pada karakter pemimpin bangsa ini.
Secara histori lahirnya Kemerdekaan Bangsa ini berawal dari niatan penuh pergerakan pemuda seluruh wilayah di indonesia pada masa itu yang menyatakan dalam bingkai sumpah pemuda (28/10/1928) merupakan kulminasi tumbuhnya kesadaran berbangsa dan bernegara.





