Peran Pemuda dalam Kemerdekaan RI

oleh -1,492 views

Sangat perlu dipahami dan dihayati secara mendalam bahwa peristiwa itu sebenarnya tidak hanya berisi 3 tiga sumpah, tetapi juga ada 3 tiga keputusan yang cenderung kurang disosialisasikan, padahal, 3 keputusan itu juga memiliki nilai yang  amat penting pula, tiga sumpah itu berbunyi (1) kami putra dan putri Indonesia mengaku berbangsa yang satu, bangsa indonesia. (2) kami putra dan putri indonesia bertanah air yang satu, tumpah darah Indonesia dan (3) kami putra dan putri indonesia menjujung bahasa persatuan, bahasa Indonesia.

Adapun 3 keputusan itu adalah disepakatinya untuk pertama kali menyanyikan lagu Indonesia raya sebagai sumbangan perjuangan Indonesia merdeka menuju Indonesia raya. Kedua, disepakati untuk mengibarkan bendera merah-putih untuk pertama kalinya dikibarkan setelah bertahun-tahun tidak dikibarkan. Ketiga, disepakatinya dasar persatuan dalam kesatuan yang bulat dan kukuh yang dinamainya dasar unita.

Baca :  Menelisik Kembali Pancasila Sebagai Ideologi Negara

Makna “persatuan dan kesatuan“. Dipilih oleh para pendiri bangsa ini sebagai konsep menyatukan kerangka dalam merajut keanekaragaman suku bangsa, keanekaragaman budaya merefleksikan adanya kesamaan antar budaya suku bangsa satu sama lain, untuk itu sangat perlu menerima segala bentuk perbedaan dengan lapang dada, tulus, ikhlas, dan toleran sehingga bangsa Indonesia selalu berada dalam iklim persatuan.

Namun, sangat disayangkan dewasa ini memasuki zaman milenial serba digital, mayoritas generasi muda sudah mulai melupakan 3 peristiwa besar di atas khususnya sumpah pemuda dan hari kemerdekaan RI, kalaupun ada yang masih peduli mungkin hanya sebatas di kalangan pemuda kampus yang notabene memang sudah ada wadahnya, tapi hal semacam ini perlu dijaga dan dibudayakan untuk menjaga nilai-nilai histori perjuangan kaum muda di masa lalu.

Baca :  Corona Musuh Bersama

Perlu disadari sungguh bahwa tantangan kehidupan kebangsaan sekarang ini, memerlukan tampilnya para pemuda yang kuat semangat solidaritasnya, teguh integritasnya, serta professional dalam segala bidang pengabdiannya. Solidaritas pada dasarnya mengandung nilai tiga pilar sosial yakni kemampuan merasakan penderitaan sesama dan kesadaran untuk berbagi rasa dengan orang lain. Integritas selalu ditandai dengan adanya keteguhan akhlak, moralitas, sikap berani dan bertanggungjawab, sedangkan profesionalitas mengandalkan adanya etos kerja, kemampuan inovasi, produktivitas, dan kemampuan berdaya saing.

Ketiga pilar itulah yang perlu dikembangkan secara kontinyu sebagai modal terbesar bagi pemuda dalam mengokohkan nasionalisme dan memperkuat pembentukan karakter bangsa demi menuju masa depan bangsa yang lebih sejahtera dan bermartabat (character building young man) melihat kondisi bangsa yang sarat dengan kemajemukan dan heterogen, maka generasi muda harus mampu mengasah semangat kebangsaannya demi keutuhan Negara kesatuan republik Indonesia (NKRI).

Baca :  Urgensi Dakwah Melalui Media Sosial

Pendiri bangsa ini pasti sudah punya keyakinan bahwa para pemuda akan mampu mentransfer semangat dari jejak-jejak penting peristiwa-peristiwa besar dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan bangsa dimasa sekarang. Dengan begitu, dalam setiap peringatan tonggak-tonggak penting sejarah yang dilaksanakan secara rutin setiap tahun terkhusus hari kemerdekaan RI, tetap memiliki relevansi histori dari waktu ke waktu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *