Persiapan KBM Tatap Muka, Disdik Pamekasan Survei 35 Lembaga Pendidikan

oleh -198 views

LEAD.co.id | Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Pamekasan telah melakukan survei ke 35 Lembaga pendidikan baik sekolah dasa (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) se Kabupaten Pamekasan untuk persiapan kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka.

Survei yang dilakukan kepada 35 Lembaga itu terdiri dari 20 lembaga pendidikan tingkat SD, kemudian 15 lembaga pendidikan tingkat SMP.

Beberapa lembaga pendidikan baik SD maupun SMP yang sudah dilakukan survei diantaranya, SDN Barkot 1 Pamekasan, SDN Kangenan 1, SDN Sumendangan 2, kemudian SMPN 1 dan 2 Pamekasan, SMPN Larangan 2, dan SMPN Galis.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pamekasan, Akhmad Zaini mengatakan, dari 35 lembaga yang disurvei sudah menjadi keterwakilan dari beberapa lembaga pendidikan di bawah naungannya untuk melakukan kegiatan belajar mengajar tatap muka.

“Rata-rata, di perkotaan siap semua,” kata Akhmad Zaini saat ditemui di kantornya, Senin (14/9/2020)

Dalam proses KBM di masa Covid-19 ini, kata Zaini, yang terpenting yakni kepatuhan terhadap protokol kesehatan.

Lebih lanjut, Zaini mengungkapkan, berkenaan dengan uji coba dari segi kelengkapan, pihaknya sudah melakukan survei sejak tanggal 3 September lalu.

Dimana, uji coba tersebut dilihat dari sisi kelengkapan komponen KBM dengan menggunakan protokol kesehatan. “Kita turun ke lapangan, tidak hanya saya, teman-teman yang lain juga ikut turun. Kita cek kran air bersihnya, hand sanitizer, masker dan lainnya,” ungkapnya.

Sementara, kapan waktu pelaksanaan KBM, masih kata Zaini, masih menunggu ijin dari satuan gugus tugas (Satgas) Covid-19 kabupaten. “Kita menunggu itu,” ucapnya.

Lebih lanjut, Zaini mengatakan, untuk lembaga pendidikan baik SD maupun SMP swasta, kesemuanya sudah siap melakukan KBM tatap muka dibuktikan dengan pernyataan kesiapan dari kepala sekolah, dukungan komite sekolah.

“Foto sarana dan prasarana KBM sesuai protokol kesehatan, dan surat ijin dari orang tua siswa (wali murid),” papar Zaini.

Sedangkan untuk proses KBM di kelas, Disdik Pamekasan sudah memberikan masukan terhadap lembaga pendidikan di bawah naungannya diantaranya, tetap menggunakan kurikulum K13 secara penuh, menyederhanakan kurikulum yang dilakukan oleh guru, kemudian menyederhanakan kurikulum sesuai hasil kesepakatan lembaga tersebut.

“Dari tiga solusi proses KBM di kelas itu tergantung pihak sekolah mau menggunakan yang mana,” tutupnya.

Reporter: Moh Hasanuddin

Editor: Aru Prayogi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *