LEAD.co.id | Perumda Pasar Pakuan Jaya (PPJ) bersama Kementerian Perdagangan Republik Indonesia (Kemendag RI) mengadakan kegiatan “Sekolah Pasar”, di aula kantor PPJ Kota Bogor, Selasa (27/10/2020). Sebanyak 40 orang yang terdiri dari pedagang dan pengelola pasar menjadi peserta dalam kegiatan ini.
Kasubag Humas Perumda PPJ, Iwan Arif Budiman menyampaikan, Sekolah Pasar ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan pedagang pasar rakyat, dan mendorong untuk mampu berkompetisi atau berdaya saing dengan dan pusat perbelanjaan modern. Selain itu, Sekolah Pasar ini juga mensosialisasikan penerapan protokol kesehatan yang benar di dalam Pasar.
“Mendorong pengelola dan pedagang pasar untuk menerapkan protokol kesehatan yang benar di pasar rakyat dalam menghadapai pandemi Covid-19, serta meningkatkan pelayanan kepada masyarakat,” tambah Iwan kepada awak media.
Dalam kegiatan Sekolah Pasar ini, narasumber dari Direktorat Kesehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menginformasikan program-program yang ada di Kementerian terkait dengan pemberdayaan dan pengelolaan pasar rakyat.
Di akhir sesi, narasumber dari PT. Bank Negara Indonesia (Persero), Tbk memberikan edukasi tentangn Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk pedagang pasar dalam kegiatan sekolah pasar tersebut.
Iwan menyampaikan bahwa, Perumda PPJ dan pihak BNI harus sama-sama mengingatkan para pedagang untuk mengurangi para pedagang melakukan pinjaman kepada rentenir. Hal tersebut berkaitan dengan adanya program dari BNI Kredit Usaha Rakyat (KUR) kredit ringan.
“Pedagang juga harus melengkapi dokumen – dokumen yang dibutuhkan jika ingin memanfaatkan fasilitas Kredit ringan KUR dari BNI,” tutup Iwan.





