Site icon LEAD.co.id

PKL Nyi Raja Permas Segera Ditertibkan, PPJ Persilahkan Masuk Pasar

Penampakan Pedagang Kaki Lima (PKL) di pinggir Taman Topi, Jl. Dewi Sartika, Kota Bogor.

BOGOR (LEAD.co.id) – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor akan menertibkan pedagang kaki lima (PKL) di Jalan Nyi Raja Permas pada awal Maret 2022. Para PKL itu dipersilahkan menempati pasar di bawah naungan Perumda Pasar Pakuan Jaya (PPJ).

Sterilisasi Jalan Nyi Raja Permas dari PKL itu dilakukan seiring dengan rencana pemulihan drainase di sekitar Jalan tersebut.

“Sejak awal memang kesepakatannya seperti itu. PKL Nyi Raja Permas sudah berkomitmen untuk tidak lagi beraktivitas disana setelah bulan Maret 2022,” kata Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim, pada Kamis (6/1/2022).

Dedie menyebutkan bahwa, sedikitnya ada 120 PKL dengan berbagai komoditas yang terkena imbas dari program sterilisasi jalan itu. Nantinya, mereka akan direlokasi masuk ke pasar yang ada dibawah naungan Perumda PPJ.

“Diharapkan mereka direlokasi ke area pasar yang dikelola Perumda PPJ,” ujar Dedie.

Merespons itu, Direktur Utama Perumda PPJ, Muzakkir mempersilahkan para PKL yang masih berjualan di Jalan Nyi Raja Permas untuk menempati kios milik Perumda PPJ, baik di blok F atau di pasar lain.

“Yang pasti akhir Februari terakhir berjualan. Kan hanya relokasi sementara disitu,” ungkapnya.

PKL di Jalan Nyi Raja Permas itu merupakan pindahan dari Jalan Dewi Sartika ketika Taman Topi akan dibangun menjadi Alun-alun Kota Bogor pada Akhir tahun 2019. Para PKL itu diimbau untuk pindah oleh Pemkot Bogor melalui Dinas Koperasi dan UMKM.

“Mau tidak mau, mereka harus pindah karena akan dilakukan penataan dengan pembangunan alun-alun Desember ini,” kata Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kota Bogor, Anas Resmana, pada Jumat tahun lalu (29/11/2019).

Pemkot Bogor sudah menawarkan relokasi kepada para PKL di kios Blok A dan B serta Blok C dan D Pasar Kebon Kembang. Selain itu, para PKL juga bisa pindah di Pasar Merdeka ataupun di awning Nyi Raja Permas.

Merespons program tersebut, Ketua Kelompok PKL Taman Topi, Umar Sanusi menyatakan bahwa mayoritas pedagang memilih pindah di awning Jalan Nyi Raja Permas meski Perumda PPJ saat itu telah menawarkan kios.

 

Reporter: Jhonie
Editor: Aru Prayogi

Exit mobile version