LONDON (LEAD.co.id) – Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson akan meningkatkan upaya diplomatik atas krisis Ukraina dengan mengunjungi wilayah itu minggu depan. Pihaknya juga melakukan panggilan kepada Rusia sebagai upaya untuk menghindari pertumpahan darah.
Rusia telah mengerahkan pasukan di perbatasan Ukraina. Presiden Rusia, Vladimir Putin mengatakan bahwa, Amerika Serikat dan NATO belum memenuhi tuntutan keamanan utama Moskow, meskipun dia siap untuk terus berbicara.
Amerika Serikat mengatakan, Rusia sekarang memiliki kemampuan untuk bertindak melawan Ukraina, dan Johnson telah memperingatkan bencana yang tidak akan dimenangkan oleh siapa pun jika Rusia menyerang.
Inggris telah mengancam akan memberikan sanksi kepada Rusia jika melakukan serangan ke Ukraina, dan telah mendesak sekutu Eropa untuk mempersiapkan langkah serupa. Pemerintahnya diperkirakan akan mengumumkan pengetatan rezim sanksi pada Senin.
“Perdana Menteri bertekad untuk mempercepat upaya diplomatik dan meningkatkan pencegahan untuk menghindari pertumpahan darah di Eropa,” kata juru bicara dari kantor Downing Street Johnson, pada Jumat (28/1/2022).
“Dia akan mengulangi perlunya Rusia untuk mundur dan terlibat secara diplomatis ketika dia berbicara dengan Presiden Putin minggu ini,” tambahnya.
Kantor Johnson tidak memberikan perincian kapan atau di mana perjalanan itu akan dilakukan.
Inggris telah memasok senjata pertahanan dan personel pelatihan ke Ukraina, meskipun para menteri mengatakan bahwa pengerahan pasukan tempur tidak mungkin dilakukan.
Johnson sedang mempertimbangkan opsi termasuk penempatan baru dan memperkuat pertahanan NATO. Pada hari Senin, Inggris akan berdiskusi dengan Dewan Keamanan PBB untuk mencoba menyelesaikan kebuntuan melalui cara diplomatik.
Reporter: Sally Sumeke
Editor: Aru Prayogi
Sumber: Reuters





