Kill The Bill: Ribuan Demonstran Inggris Protes RUU Baru

0
Kill The Bill, Demonstrasi, Inggris, Protes, RUU
Para pengunjuk rasa membentangkan pamflet spanduk "Kill The Bill" selama protes di London, Inggris, 3 April 2021 [File: Reuters/ Hannah McKay]

LEAD.co.id | Ribuan orang mengikuti demonstrasi di seluruh Inggris, pada Sabtu (3/4/2021). Para demonstran menentang rancangan undang-undang (RUU) yang memberikan kekuatan ekstra kepada kepolisian untuk mengekang protes.

Demonstrasi dengan tagar “Kill the bill” ini didukung oleh kelompok aktivis perubahan iklim Extinction Rebellion dan gerakan Black Lives Matter yang dilaksanakan di puluhan kota di Inggris.

Sejak undang-undang yang diusulkan untuk dibawa ke parlemen bulan lalu, telah terjadi demonstrasi secara sporadis. Unjuk rasa hari ini juga menjadi bagian dari aksi akhir pekan nasional.

Baca :  Mahasiswa Bangkalan Kembali Demo Tolak Omnibus Law

“(Saya di sini) untuk membela hak kebebasan berbicara, dan hak organisasi dalam masyarakat kita,” sebut Jeremy Corbyn, mantan pemimpin oposisi utama Partai Buruh seperti dikutip Reuters.

Aksi protes cenderung berjalan damai dengan menerapkan protokol kesehatan untuk mencegah Covid-19. Namun, Polisi melaporkan adanya bentrokan kecil antara pengunjuk rasa dan polisi di pusat kota London.

Polisi Metropolitan London yang mengerahkan sejumlah besar petugas di ibu kota untuk mengakhiri protes, mengatakan, ada 26 penangkapan dan 10 petugas mengalami luka ringan.

Sebagian besar orang yang datang ke pusat kota London hari ini melakukannya dengan tetap menjaga jarak sosial,” kata Komandan Ade Adelekan.

Baca :  Demonstrasi Kelompok Cipayung Berujung Chaos, Tiga Polisi Terbakar ?

RUU Polisi, Kejahatan, Hukuman dan Pengadilan ini bertujuan untuk memperkuat langkah petugas untuk membubarkan demonstrasi, seperti memberlakukan batas waktu dan kebisingan. Para aktivis khawatir undang-undang digunakan untuk mengekang perbedaan pendapat.

RUU tersebut menyusul tindakan Extinction Rebellion yang pernah melumpuhkan sebagian kota London pada awal 2019 dan memicu seruan dari beberapa politisi agar polisi diberikan kekuasaan yang lebih keras untuk mencegah gangguan yang berlebihan.

Reporter: M Ikhsan
Editor: Aru Prayogi
Sumber: Reuters

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here