Kota Semarang Jadi Tuan Rumah Festival HAM 2021

oleh -375 views
Komnas HAM, Semarang, Tuan Rumah, Festival HAM, HAM
Komisioner Komnas HAM melakukan press conference terkait penyelenggaraan Tuan Rumah Festival HAM 2021 di Kota Semerang, pada Selasa, 30 Maret 2021 [File: Komnas HAM]

LEAD.co.id | Kota Semarang telah diputuskan menjadi tuan rumah Festival HAM 2021 yang akan diselenggarakan pada tanggal 16-19 November 2021. Komnas HAM bersama International NGO Forum on Indonesian Development (INFID) dan Kantor Staf Presiden (KSP) menjadi penyelenggara kegiatan bertema “Merayakan Kebhinekaan, Inklusi dan Resiliensi” ini.

Festival HAM ini dinilai penting sebagai ruang untuk belajar dan berbagi kepada Pemerintah Daerah (Pemda) di seluruh Indonesia tentang penerapan dan inovasi HAM. Pasalnya, pemerintah daerah menempati peringkat ketiga yang paling banyak diadukan oleh masyarakat ke Komnas HAM setelah kepolisian dan sektor bisnis.

“Setiap tahunnya ada sekitar 4.000 sampai 7.000 aduan masyarakat masuk ke Komnas HAM, dan aduan terhadap pemerintah daerah berada diurutan ketiga paling banyak,” sebut Beka Ulung Hapsara, Komisioner Pendidikan dan Penyuluhan Komnas HAM RI dalam press conference, pada Selasa (30/4/2021).

Baca :  Amnesty: Polisi Tidak Menghargai HAM atas Penangkapan Munarman

Dengan terpilihnya Kota Semarang sebagai tuan rumah Festival HAM 2021, Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi berharap masyarakat dan pemerintah daerah dapat mengetahui lebih banyak tentang HAM serta dapat menjunjung tinggi nilai toleransi dan menghormati sesama manusia.

“Kami berharap nilai toleransi dan saling merhargai dapat menjadi kebiasaan rutin di Kota Semarang. Dan untuk pelaksanaan Festival  HAM di Kota Semarang pada November 2021 mendatang kami akan menggabungkan antara daring dan luring serta tetap menerapkan protokol kesehatan,” ujar Hendrar.

Sugeng Bahagijo, Direktur Eksekutif INFID menjelaskan tentang tema “Merayakan Kebhinekaan, Inklusi dan Resiliensi”. Menurutnya, “Kebhinekaan” memiliki andil besar terhadap apa yang telah terjadi di Indonesia, sedangkan “Inklusi” menegaskan penghormatan hak perempuan, penyandang disabilitas dan kelompok rentan.

Baca :  Lomba Orasi, Komitmen Polri Junjung Tinggi HAM dan Demokrasi

Adapun “Resiliensi”, memberikan pengakuan terhadap ketangguhan semua pihak dalam mengedepankan tanggung jawabnya sebagai duty bearer of right atau penanggung jawab hak, tidak hanya pemerintah tetapi semua pilar menjunjung tinggi HAM.

Siti Ruhaini, Tenaga Ahli Utama Deputi V Kantor Staf Presiden (KSP) menyatakan bahwa, Presiden Jokowi memiliki komitmen kuat dalam penghormatan, perlindungan dan pemenuhan HAM termasuk di dalamnya pengarus-utamaan HAM di dalam setiap kebijakan pembangunan di tingkat pusat maupun daerah.

Terpilihnya Kota Semarang sebagai tuan rumah Festival HAM 2021 ini salah satunya atas pertimbangan kesiapan rencana aksi secara matang untuk menjadi tuan rumah Festival HAM 2021.

Baca :  Seni dan Tradisi Sunda Warnai Pekan HAM di Kota Bogor

Selain itu, Kota Semarang telah meng-implementasi-kan nilai nilai hak asasi manusia (HAM) dalam kebijakan dan program pembangunan, serta terpilih sebagai satu dari empat pemerintah daerah di Indonesia sebagai OGP Local Champion 2021-2025 oleh oleh Open Government Partnership (OGP) global.

Reporter: M Ikhsan
Editor: Aru Prayogi
Sumber: Komnas HAM

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *