BOGOR (LEAD.co.id) – Puluhan massa dari Gerakan Mahasiswa dan Pemuda Peduli Aset Negara (Gempar) kembali menggelar unjuk rasa di sekitar Istana Bogor, pada Rabu (13/10/2021). Aksi ini terkait dugaan penyelewengan aset negara pada Badan Layanan Umum (BLU) RSJ Marzoeki Mahdi Bogor.
Para demonstran meminta Wali Kota Bogor untuk mencopot kepala Bapenda dan BPKAD Kota Bogor. Pihaknya juga meminta Pemerintah Kota Bogor (Pemkot) segera mengambil alih aset negara yang dikuasai oleh pihak Braja Mustika dan menagih pajak terutang.
“Aparat penegak hukum untuk segera melakukan penyelidikan terhadap BLU RSMM Bogor, Pemkot Bogor dan pihak Braja Mustika,” kata Koordinator Lapangan, Muhammad Fachri dalam pernyataannya.
Dalam aksinya, para demonstran membawa mobil komando, bendera organisasi, dan spanduk yang bertuliskan “Ciduk BRJ-Muspida, Copot Kabapeda, Pak Presiden Banyak Mafia Tanah dan Pajak, Kembalikan Tanah Negara, Bongkar Sarang Tikus Mafia Pajak, Cukup Doiku Yang Diserobot Tanah Milik Negara Jangan”.
Dalam orasinya, para demonstran menyatakan bahwa, pengusaha yang kaya akan semakin kaya karena menggunakan cara-cara yang merugikan Rakyat dan Negara. Pasalnya, pajak negara diselewengkan oleh oknum-oknum aparat pemerintah yang bermain, dan menjual aset-aset negara.
Aksi ini sudah ke sekian kalinya dilakukan oleh pihak Gempar. Karenanya, lanjut orator, perjuangan ini harus didengar oleh Presiden karena pemerintah daerah sudah tidak memihak kepada rakyat terkait aset negara di Kota Bogor.
“Kami memperjuangkan aset Negara yang dirampok oleh oknum-oknum negeri ini yang bermain dan yang berbisnis dengan menjual-belikan aset negara,” ungkapnya.
Reporter: Jhonie
Editor: Aru Prayogi





