BOGOR (Lead.co.id) – Ratusan pengemudi angkutan umum telah menggelar unjuk rasa di depan Balai Kota, Bogor, pada Senin (17/4/2023). Dalam aksinya, mereka meminta agar segera ditetapkan tarif Biskita.
“Kalau Biskita yang gratis, sudah pasti ini merugikan kami sebagai sopir angkot. Jadi aksi ini ingin tarif Biskita segera direalisasikan agar kami juga mendapatkan penumpang,” kata pengemudi angkot Ari kepada wartawan.
Dia menjelaskan, seharusnya Pemerintah Kota Bogor berupaya agar tidak terjadi gejolak di lingkaran angkutan umum dan Biskita. Karena, kata dia, selama ini para pengemudi angkot sudah sabar dalam mengikuti kebijakan tersebut.
“Ini Biskita udah lama gratis mencari penumpang, selama gratis ini, penumpang angkot sepi, jadi ini klimaks kami untuk menyuarakan aksi di kantor walikota ,” ujar dia.
Sementara itu, Ruli, salah satu pengemudi angkot menyikapi ketentuan usia angkutan umum yang akan diremajakan dari 15 tahun. Menurutnya, kebijakan tersebut terlalu berat bagi pengemudi angkot.
“Kami sudah sepakat untuk meminta kebijakan hingga 20 tahun, jangan 15 tahun untuk diremajakannya,” ungkap dia.
Hingga saat ini, dampak dari aksi ratusan pengemudi angkutan umum, dari 2 titik di Kantor Balaikota dan Gedung DPRD Kota Bogor, kemacetan panjang di ruas jalan raya kota Bogor terutama di titik aksi.





