Polres Bogor Bongkar Jaringan Uang Palsu, 7 Pelaku Ditangkap

0
Polres Bogor, Barang Bukti, Uang Palsu
Polres Bogor mengamankan barang bukti berupa uang palsu yang akan di edarkan berupa pecahan Rp. 100.000,- sebanyak Rp.357.900.000, uang palsu pecahan $100 sebanyak 92 lembar, 15 lembar bahan uang palsu $, 1 buah printer, 1 buah mesin pencetak uang, bahan-bahan pewarna buat upal.

LEAD.co.id | Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor (Polres) Bogor berhasil mengungkap jaringan uang palsu. 7 orang Tersangka berhasil dibekuk dan ratusan juta rupiah uang palsu dan uang dollar yang hendak beredar berhasil diamankan.

“Alhamdulillah, kami telah berhasil mengungkap jaringan kasus peredaran uang palsu dengan menangkap 7 orang Tersangka dan barang bukti berupa uang palsu yang akan di edarkan berupa pecahan Rp. 100.000,- sebanyak Rp.357.900.000, uang palsu pecahan $100 sebanyak 92 lembar, 15 lembar bahan uang palsu $, 1 buah printer, 1 buah mesin pencetak uang, bahan-bahan pewarna buat upal”, ungkap Kapolres Bogor AKBP Roland Ronaldy, Rabu (8/7/2020).

Baca :  1 Minggu 1 Kebaikan ala Kapolsek Cigudeg Polres Bogor

Ia menerangkan, mulanya pelaku ditangkap di daerah Cilebut Sukaraja, kemudian dilakukan pengembangan. Atas hal itu, pihak Polres Bogor berhasil menangkap Para Pelaku lainnya di wilayah Pabuaran Residen, Kota Tangerang, sebagai tempat kejadian perkara (TKP) pembuatan Upal.

“Para pelaku tersebut berinisial AKR (Pria/50 Thn), R S alias C (Pria/43 Thn, RF (Wanita/48 Thn), DS (Pria/34 Thn), SP (Pria/51Thn) , ESR (Wanita/47 Thn), dan NPN (Wanita/55 Thn),” ungkapnya.

“Uang palsu yang diproduksi oleh para Pelaku ini belum sempat diedarkan, jadi para Pelaku ini memproduksi lebih dahulu kemudian menawarkan kepada calon pelaku pengedar uang palsu lainnya,” lanjut dia.

Baca :  Polres Bogor Gagalkan Tawuran Pelajar dari SMK Kota Bogor

Menurutnya, para pelaku ini memanfaatkan situasi moment Pandemik Covid-19. Meski demikian, pihaknya berhasil menangkap lebih dulu sehingga uang palsu tidak sempat beredar khususnya di wilayah Kabupaten Bogor.

“Terhadap para tersangka dijerat Pasal 36 ayat (3) juncto Pasal 26 Undang-Undang Republik Indonesia No. 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang, dengam ancaman pidana penjara diatas 10 tahun dan pidana denda paling banyak 10 miliard Rupiah”, pungkas AKBP Roland.

Sumber: Humas Polres Bogor
Editor: Aru Prayogi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here