Presiden Perintahkan Kirim Bantuan untuk Banjir di Kalsel

0
BNPB, Banjir, Kalsel
Sebanyak 21.990 jiwa dilaporkan terdampak banjir di Kabupaten Tanah Laut, Provinsi Kalimantan Selatan [BPBD Kab. Tanah Laut via BPNB]

LEAD.co.id | Presiden Jokowi memerintahkan jajarannya untuk segera mengirim bantuan dalam penanganan bencana banjir di Kalimantan Selatan (Kalsel). Perintah tersebut merespon telepon dari Gubernur Kalsel terkait bencana tersebut.

Adapun Perintah Presiden ditujukan kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (dahulu Basarnas), hingga TNI dan Polri. Hal itu disampaikan Presiden saat memberikan keterangan pers di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, pada Jumat, 15 Januari 2021.

“Ya tadi saya sudah menelepon Gubernur Kalimantan Selatan untuk mendapatkan laporan mengenai banjir yang ada di Kalimantan Selatan dan saya juga telah memerintahkan Kepala BNPB, telah memerintahkan juga kepada Panglima TNI dan Kapolri untuk secepat-cepatnya mengirim bantuan, terutama yang berkaitan dengan perahu karet yang sangat dibutuhkan dalam penanganan bencana banjir di Kalimantan Selatan,” kata Presiden.

Baca :  Covid-19 Meningkat, Presiden Minta Tingkatkan Disiplin Protokol Kesehatan

Sebelumnya, sebanyak 21.990 jiwa dilaporkan telah terdampak banjir di Kecamatan Pelaihari, Kabupaten Tanah Laut, Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel). Banjir ini akibat Hujan dengan intensitas tinggi menyebabkan meluapnya air sungai di daerah tersebut.

Raditya Jati, Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB mengabarkan bahwa, bahwa saat ini tinggi muka air terpantau sekitar 150 cm sampai 200 sentimeter yang merendam 6.346 unit rumah.

“BPBD telah mendata beberapa kebutuhan mendesak yang dibutuhkan masyarakat terdampak seperti sandang, pangan, terpal, matras, selimut dan peralatan dasar kebencanaan,” sebut Raditya Jati melalui siaran pers BNPB.

Baca :  Tekan Disparitas Harga, Presiden Minta Optimalisasi Program Tol Laut

Terkait itu, Presiden Jokowi kembali mengajak seluruh masyarakat untuk selalu meningkatkan kewaspadaan dari berbagai bencana, terutama banjir dan longsor karena akhir-akhir ini terjadi peningkatan curah hujan yang cukup ekstrem.

“Perhatikan selalu peringatan dini dari BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika),” imbuhnya.

Jokowi mengaku terus memantau perkembangan sejumlah bencana yang terjadi di Tanah Air, seperti bencana tanah longsor di Sumedang, Jawa Barat, bencana gempa bumi di Majene, Sulawesi Barat, dan bencana banjir di Kalimantan Selatan.

“Kita ingin baik pemerintah daerah, pemerintah pusat selalu hadir di tengah masyarakat dalam keadaan bencana ini,” tandasnya.

Baca :  Pesan Presiden Jokowi dan Ibu Iriana di Hari Anak Nasional 2020

Reporter:  Sally Sumeke
Editor: Aru Prayogi
Sumber: BPMI Setpres

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here