Protes anti-India usai Terbunuhnya Lima Pejuang Kashmir

0
Protes, Kashmir, India
Pasukan India mengamankan aksi protes di Shopian, Kashmir yang dikelola India. (sumber: Aljazeera/AP)

LEAD.co.id | Setidaknya lima pejuang tewas oleh pasukan India di Shopian, Kashmir yang dikelola India, pada hari Minggu (7/6/2020). Pembunuhan tersebut memicu aksi protes warga di daerah tersebut.

Kantor berita Associated Press (AP) mengutip juru bicara militer India Kolonel Rajesh Kalia mengatakan, tentara dan polisi mengepung sebuah desa di daerah Shopian selatan setelah diberi tahu bahwa beberapa pemberontak bersembunyi di sana.

Pertukaran tembakan menyebabkan pembunuhan lima pejuang, kata Kalia. Warga mengatakan kepada AP bahwa anak-anak menghancurkan setidaknya satu rumah dengan bahan peledak.

Baca :  Sebabkan Banjir, Warga Protes Perumahan Bumi Kartika Dramaga

Protes dan bentrokan terjadi ketika ratusan warga berusaha berbaris ke lokasi pertempuran.

Mereka meneriakkan slogan-slogan menuntut diakhirinya pendudukan India atas Kashmir, para demonstran melemparkan batu ke arah polisi dan tentara paramiliter, yang menembakkan pelet senapan dan gas air mata.

“Para pengunjuk rasa menuntut diakhirinya pendudukan India atas Kashmir ketika polisi menembakkan senapan dan gas air mata,” sebut Aljazeera mengutip AP.

Bentrokan anti-India setelah tentara membunuh pria di Kashmir
Polisi mengatakan 73 pemberontak tewas di Kashmir yang mayoritas penduduknya Muslim tahun ini.

Baca :  Merasa Dikhianati, Penetapan Koordinator BEM Se-Bogor Ditolak

Pada bulan April, lebih dari dua lusin pemberontak dan sekitar selusin tentara India terbunuh, paling banyak dalam sebulan sejak Agustus 2019, ketika India mencabut status semi-otonomi dan negara bagian di kawasan itu dan memberlakukan pemerintahan federal langsung.

Sejak 1989, kelompok pemberontak Kashmir telah berjuang selama beberapa dekade untuk kemerdekaan wilayah itu atau merger dengan Pakistan, yang mengakibatkan hampir 70.000 kematian, sebagian besar warga sipil.

India menuduh Pakistan mempersenjatai dan melatih pemberontak anti-India. Pakistan membantahnya, mengatakan itu hanya menawarkan dukungan moral dan diplomatik kepada pemberontak dan warga sipil Kashmir yang menentang pemerintahan India.

Baca :  Demonstran Iraq Disebut Dekat dengan Pejabat AS

Sumber: Aljazeera & AP
Reporter: Rieke Rotinsulu
Editor: Aru Prayogi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here