Proyek Otista Berdampak ke Masyarakat, Pengawasan Harus Dioptimalkan

oleh -562 views
Dinas PUPR Kota Bogor, Rena Da Frina, Jalan Otista, Jembatan Otista, Proyek Otista
Kepala Dinas PUPR Kota Bogor, Rena Da Frina saat memonitor perubuhan jembatan Otista, Kota Bogor, pada Jumat, 5 Mei 2023 [File: Lead.co.id]

BOGOR (Lead.co.id) – Pembangunan jembatan Otista sudah memasuki tahap peruntuhan terhadap bangunan lama sehingga proses menggunakan alat berat telah berlangsung di kawasan tersebut.

Penutupan Arus Jalan Otista juga masih berlangsung sehingga masyarakat harus mengikuti rekayasa lalu lintas untuk bisa mengakses sejumlah jalan di kota Bogor.

Terkait itu, Aliansi Masyarakat Bogor Raya terdiri dari ormas BBRP, GPI, LMPI, GIBAS, AMS, M1R dan KPMP mengingatkan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor agar optimal dalam pengawasan pembangunan jembatan Otista.

Juru bicara Aliansi Masyarakat Bogor Raya, Bayu Noviandi mengatakan, pembangunan jembatan Otista menjadi perhatian semua kalangan karena dampak yang disebabkan sangat luas, mulai dari ekonomi hingga rawan bencana.

Baca :  Dinas PUPR Kota Bogor Siapkan Pengawasan Pembangunan Jembatan Otista

“Masyarakat merasakan dampak ekonomi dengan adanya biaya kehidupan yang semakin meningkat karena dari konsumsi BBM dan transportasi yang juga harus menyesuaikan,” ungkap Bayu kepada Lead.co.id, pada Sabtu (6/5/2023).

Untuk wilayah kawasan jembatan Otista, kata dia, juga rawan bencana karena berada di bantaran sungai Ciliwung. Sehingga, masyarakat di sekitar lokasi pembangunan harus menjadi perhatian agar tidak terjadi musibah saat pengerjaan.

“Banyak dampak yang dihasilkan dari pengerjaan pembangunan jembatan Otista yang menelan anggaran hingga 49 miliar rupiah sehingga pemerintah kota Bogor harus optimal melakukan pengawasan,” katanya.

Baca :  Jembatan Otista Ditutup 1 Mei hingga Desember 2023

Kepala pelaksana BPBD Kota Bogor Theofilo menjelaskan Berdasarkan catatan BPBD kota Bogor memang areal bantaran sungai Ciliwung di kawasan jembatan Otista pernah terjadi musibah longsor sehingga personil BPBD melakukan pengawasan dan pencegahan terjadinya bencana alam saat pengerjaan berlangsung.

Sementara itu, Kepala Dinas PU PR kota Bogor Rena Da Frina mengungkapkan sudah ada komitmen dengan kontraktor pelaksana untuk bisa menjaga areal pengerjaan berlangsung aman dan tidak ada keluhan dari masyarakat.

“Jika ada keluhan dari masyarakat maka kontraktor pelaksana harus siap bertanggung jawab terhadap yang terjadi dari dampak pengerjaan yang mereka lakukan,” katanya.

Baca :  Garuda KPPRI Desak Kejati Ungkap Kasus Dugaan Korupsi Jembatan Otista

Kemudian pengerjaan reruntuhan Jembatan Lama juga berlangsung secara bertahap dari mulai pengelupasan aspal hingga nanti pengangkatan fisik jembatan yang masih berlangsung hingga saat ini.