LEAD.co.id | Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kota Bogor merespon pelaku pelemparan bom molotov (teror) yang ditujukan pada dua kantor PAC PDIP di Kabupaten Bogor, yaitu kantor PAC PDIP Megamendung (28/7) dan Kantor PAC PDIP Cileungsi (29/7). Atas hal itu, PSI mendesak aparat kepolisian untuk mengungkap dan menindak pelaku teror tersebut.
“Dengan ini PSI Kota Bogor mengutuk tindakan kekerasan yang ditujukan pada (kantor) PAC PDIP,” tegas Ketua PSI Kota Bogor, Sugeng Teguh Santoso kepada tim redaksi LEAD.co.id, Selasa (29/7/2020).
Pelaku tindak kekerasa tersebut, lanjut Sugeng, harus diungkap dan ditindak secara hukum. Kekerasan pada partai politik, kata dia, tidak boleh dianggap remeh, karena merupakan serangan kekerasan pada sistim demokrasi yang dibangun secara konstitusional.
“Jika kekerasan pada demokrasi ini dianggap biasa dan tidak ditindak segera maka sistim demokrasi kita bisa rusak kedepan,” terangnya.
Lebih lanjut, politisi yang akrab disapa STS ini menerangkan bahwa, pembiaran pada tindak kekerasan, akan menjadi ancaman atas kehidupan demokrasi. Oleh karena itu, PSI Kota Bogor mendesak Kapolres Bogor dan atau Kapolda Jabar mengungkap pelaku pelemparan molotov, serta motif dibelakang peristiwa tersebut.
Terpisah, Humas Polres Bogor Ita Puspita mengatakan bahwa, pasca Kejadian aksi pelemparan Bom Molotov yang dilakukan oleh orang tak dikenal di kantor Sekretariat PDIP Kecamatan Cileungsi, Personil Kepolisian Polsek Cileungsi dan Polres Bogor langsung melakukan langkah Penyelidikan.
“Personil Kepolisian Polsek Cileungsi dan Polres Bogor lakukan langkah Penyelidikan,” terang Ita Puspita melalui siaran pers Humas Polres Bogor, Selasa (29/7).

