Ku dengar kabar dari sahabat penyair menyampaikan kabar duka sang legenda ibu kasih sayang telah tiada
Iya pergi menuju pintu-Nya
Menyampaikan pesan terakhir dari larik puisi yang tercurah
Tinta mas pun sudah kehabisan sinarnya
Bersimpuh rindu dalam waktu
Saat bersua dan bersama dalam waktu yang berbeda membacakan isi hati
Narasi mengayuh makna selamanya akan tersirat menjadi legenda
Membuka pematang kehidupan yang berbeda
Melalui jalan yang kau rintis
Hari ini kabar itu membuka jiwa dari doa batin selaksa
Meminta petuah dan petunjuk pada-Nya
Masih tersisa tempat di surga-Nya.
Bogor, 1 Agustus 2021
Puisi untuk almarhum ibu Diah Hadaning. Penulis adalah budayawan dan sastrawan pituin Sunda Pajajaran





