Puslatan Kirim Peserta Pelatihan Alsintan ke CV. Karya Hidup Sentosa Yogyakarta

0

LEAD.co.id | Dalam rangka mewujudkan Sumber Daya Manusia (SDM) Pertanian yang profesional, mandiri dan berdaya saing, Pusat Pelatihan Pertanian (Puslatan) menjalin kerjasama pelatihan dengan dunia usaha dan Dunia Industri (DUDI), yaitu CV. Karya Hidup Sentosa, PT. Yanmar, PT. Adib Gloal Food Supplies, PT. United Tractor, PT. Medion Farma Jaya, PT. Estika Tata Tiara dan PT Swen Inovasi Transfer.

Penandatanganan kerjasama ini berlangsung pada tanggal 26 April 2019. Untuk tahap pertama, CV. KHS menyatakan kesiapan melatih peserta yang berasal dari 10 UPT pelatihan Pertanian Pusat.

Pelatihan yang diselenggarakan adalah Pelatihan Substantif Alat dan Mesin Pertanian. Pelatihan ini berlangsung selama 7 hari  dimulai dari tanggal 14 – 20 Mei 2019, di Yogyakarta. Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi ketenagaan pelatihan pertanian yaitu Widyaiswara, Tenaga Teknis dan Pengelola P4S. Adapun peserta yang mengikuti pelatihan berjumlah 15 orang dengan rincian 5 orang Widyaiswara, 6 orang Tenaga Teknis dan 4 orang Pengelola P4S.

Baca :  Harga Cabai Tinggi, Perumda PPJ Fasilitasi Gelar Pangan Murah

Dalam sambutan pembukaan, Kepala Pusat Pelatihan Pertanian (Kapuslatan), Ir. Bustanul Arifin Caya, M.D.M menjelaskan bahwa, Pusat Pelatihan Pertanian sangat konsen terhadap program-program yang diluncurkan oleh Kementerian Pertanian, dan akan selalu mendukung dengan mengerahkan segala sumberdaya untuk menyukseskanya.

Untuk diketahui, salah satu program utama Kementerian Pertanian adalah menjadikan Indonesia sebagai lumbung pangan dunia tahun 2045. Dimana bentuk perhatian Kementerian Pertanian untuk mencapai tujuan tersebut adalah dengan memberikan bantuan Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan).

“Bantuan Alsintan tersebut diharapkan dapat meningkatkan produksi pertanian Indonesia, salah satunya produksi pangan,” terang Ir. Bustanul.

Baca :  Jaga Stabilitas Pangan, Kementan Tebar ATM Beras di Jabodetabek

Atas hal itu, lanjut Kapuslatan, Pusat Pelatihan Pertanian merasa perlu memberikan sumbangan kontribusi dalam hal peningkatan kompetensi tenaga pengelola Alsintan, sehingga alsin yang diberikan bisa digunakan sesuai dengan umur ekonomisnya. Puslatan berharap bisa mencetak satu desa satu mekanik.

Setelah acara pembukaan, Kapuslatan menyempatkan beramah-tamah dengan para peserta dan melakukan wawancara ringan tentang tanggapan peserta terhadap pelatihan ini. Semua peserta mengaku sangat beruntung mengikuti pelatihan alsin ini.

“Kami sangat beruntung menjadi salah satu peserta yang terpilih untuk mengikuti pelatihan ini,” kata Yogi salah satu peserta pelatihan yang berasal dari P4S.

Dirinya menyadari, perawatan merupakan hal yang masih diabaikan oleh sebagian petani. Sehingga, dengan pelatihan ini dia berharap mendapatkan ilmu dan keterampilan, dan bertekad menyebarkannya ke rekan-rekan petani lainnya.

Baca :  Kunjungi P4S Tranggulasi, Kapuslatan Himbau Tingkatkan Kompetensi

“Bantuan alsin yang diberikan pemerintah masih belum bisa digunakan oleh petani secara maksimal karena sebagian petani penerima Alsintan mengaku belum mengetahui bagaimana perawatan yang telah diberikan, sehingga pelatihan yang diberikan bisa memberikan ilmu baru sehingga bisa mentranfernya kepada petani,” tambah Heru, selaku tenaga teknis dari BBPP Batu.

Diakhir pertemuan dengan peserta, Kapuslatan berharap dapat meyerap ilmu yang diberikan dan bisa diterapkan di lingkungan kerja. Dan khusus bagi P4S, Dirinya berharap lembaga ini bisa menjadi Puskesmasnya para petani dilingkungan dimana P4S tersebut berada yang dapat memberikan pemecahan permasalah yang dihadapi.

Diakhir ramah tamah, Kepala Pusat Pelatihan Pertanian, Ir. Bustanul Arifin Caya, M.D.M bersama peserta pelatihan berfoto bersama. (MSA)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here