Kunjungi P4S Tranggulasi, Kapuslatan Himbau Tingkatkan Kompetensi

0
Kapuslatan Ir. Bustanul Arifin Caya M.DM beserta rombongan saat mengunjungi P4S Tranggulasi yang berlokasi di lereng Gunung Merbabu, Desa Batur, Kec. Getasan Kab. Semarang, Jawa Tengah.

LEAD.co.id | Kepala Pusat Pelatihan Pertanian (Kapuslatan) Kementerian Pertanian (Kementan) beserta rombongan mengunjungi Pusat Pelatihan Pertanian dan Pedesaan Swadaya (P4S) Tranggulasi yang berlokasi di lereng Gunung Merbabu, Desa Batur, Kec. Getasan Kab. Semarang, Jawa Tengah.

P4S Tranggulasi awalnya merupakan kegiatan kelompok tani, namun sejak kelompok ini melakukan kegiatan pertanian ramah lingkungan (organik) pada tahun 2004, kelompok ini banyak dikenal oleh kalangan petani, pemerintah, akademisi. Atas hal itu, oleh Dinas Pertanian melaluli Badan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian, kelompok tani Tranggulasi dijadikan P4S Tranggulasi. Saat ini, P4S Tranggulasi telah menjadi tempat pembelajaran dengan sistem Magang, dengan metode ”Pembelajaran Orang Dewasa”.

Baca :  Masa Reses II, Budhy Setiawan Berdialog Tentang Pertanian di Cianjur
Kapuslatan Ir. Bustanul Arifin Caya M.DM beserta rombongan saat mengunjungi P4S Tranggulasi yang berlokasi di lereng Gunung Merbabu, Desa Batur, Kec. Getasan Kab. Semarang, Jawa Tengah.

“Ini adalah P4S yang sudah berkembang cukup maju. Dan kalau kita lihat fasilitas serta kondisi lapangan, pusat pelatihan swadaya ini sudah banyak yang datang di sini dan mengikuti pelatihan,” ungkap Kapuslatan, Ir. Bustanul Arifin Caya M.DM kepada Redaksi LEAD.co.id, Minggu (26/5/2019).

Kepada pengelola P4S, dirinya menghimbau agar terus berusaha untuk memberdayakan dan mendayagunakan fungsi P4S sebagai ujung tombak dalam meningkatkan kompetensi tenaga kerja di bidang pertanian.

Sehingga, lanjut Ir. Bustanul, diharapkan dengan adanya pendampingan pengawalan dan penguatan yang dilakukan Kementerian Pertanian khususnya Badan PPSDM Pertanian melalui UPT Pelatihan kita pemberdayaan P4S ini lebih meningkat lagi dan berkembang kedepannya.

Baca :  Pandu Rahayu, Petani Milenial Sukses Menjadi Enterpreneur P4S

Disampaikan Ketua P4S Tranggulasi, Pitoyo, P4S Tranggulasi  mempunyai spesifikasi kegiatan utamanya adalah pertanian organik. Dirinya mengaku mempunyai 5 program utama yaitu budidaya sayuran organik; kedua, agen hayati, ketiga; PET atau Pembelajaran Ekologi Tanah; keempat, pupuk organik; kelima, pemasaran.

Sementara itu, selain kunjungan Kapuslatan juga ada kunjungan dari Palestina yang bernama Abdul Jawad. Dalam kunjungan tersebut, Jawad mengaku senang dan bermanfaat. “Karena yang ada disini tidak ada di negara saya, apalagi ini di desa yang sangat subur dan banyak memiliki aneka tanaman sayuran,” lanjutnya.

Baca :  Dorong Kemajuan, IPB Luncurkan Mata Kuliah Pertanian Inovatif

Lebih lanjut Jawad berharap, dengan potensi alam di desa Batur ini, semoga akan ada ekspor yang dilakukan ke negaranya (Palestina).

Disisi lain, Edward Petra Jofalina, Mahasiswa yang melakukan pelatihan di P4S Tranggulasi mengaku diajarkan pengelolaan tanah,pembibitan, dan pupuk organik. “Kita menjadi mengerti prosesnya, karena pertanian organik dan yang  tidak organik  itu berbeda jadi kita bisa menerapkan nantinya,” terang Edward.

Menurut warga setempat, Rohimah, dengan adanya P4S Tranggulasi ini sangat bermanfaat bagi masyarakat setempat. Karena, selain bisa memberikan lapangan pekerjaan bagi ibu-ibu, penghasilan untuk dirinya juga bertambah sehinga dapat meningkat taraf hidup. (Dzl)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here