Peran Vital Penyuluh Mewujudkan Sejuta Petani Milenial

0

LEAD.co.id | Pusat Pelatihan Pertanian (Puslatan) Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian (Kementan) mengadakan Bimbingan Teknis (Bimtek) pada tanggal 16-18 Maret 2019, bertempat di gedung Pusat Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (PPMKP), Ciawi – Bogor.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala BPPSDMP, Momon Rusmono, Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian Siti Munifah, Kepala Puslatan Bustanul Arifin Caya, dan Kepala PPMKP Heri Suliyanto, serta sekitar 450 peserta dari Penyuluh Tani.

“Peran penyuluhan dalam memberikan pengetahuan kepada petani dapat berfungsi sebagai proses penyebarluasan informasi, fungsi penerangan atau memberikan penjelasan, fungsi perubahan perilaku petani, dan fungsi pendidikan,” terang Kepala BPPSDMP, Momon Rusmono dalam sambutan pembukaan, Sabtu (16/3/2019).

Baca :  Karantina Pertanian Merauke Dorong BPP Wasur Jadi Percontohan Konstratani

Dirinya juga mengingatkan peran vital penyuluh pertanian dalam mendukung program sejuta petani milenial. Menurutnya, penyuluh wajib mengembangkan kemampuan petani secara bertahap agar pengetahuannya meningkat, mengakses informasi, dan mengaplikasikan teknologi yang dibutuhkan sehingga petani dapat memecahkan masalah serta mengambil keputusan terbaik untuk usaha taninya.

“Penyuluh harus meningkatkan kemampuan dan skill terkait penguasaan Teknologi Pertanian dan Teknologi Informasi antara lain melaui Bimtek seperti yang digelar di PPMKP ini,” tegasnya.

Dikatakan Momon, Penyuluh memiliki peran strategis sebagai edukator dan sebagai fasilitator. Peran sebagai edukator ini, lanjutnya, dari sebelum petani menanam hingga pasca panen, yaitu dimulai dari pemilihan benih, pengolahan tanah, penanaman, pemupukan, pemeliharaan, pengendalian hama penyakit, panen hingga pasca panen.

Baca :  Strategi Memajukan Sektor Pertanian dan Reduksi Mafia Pangan !

“Sebagai fasilitator tugas penyuluh mendukung pembuatan RDKK pupuk bersubsidi, pembuatan demplot, proposal, kios Saprodi, rencana usaha tani, penumbuhan kelompok tani, dan alternatif solusi tiap masalah yang dihadapi petani,” ujarnya.

Untuk diketahui, kegiatan Bimtek ini digelar di PPMKP selama 3 (tiga) hari, tertanggal 16 – 18 Maret 2019. Diakhir kegiatan, peserta mendapat pengayaan di Saung Hijau (PT. Swen Inovatif) Pagelaran, Ciomas, Bogor. (MSA)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here