BOGOR (LEAD.co.id) – Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Bogor Periode 2021-2024 telah resmi dilantik di Ballrom M One Hotel, Sukaraja, pada Rabu (12/1/2022). PWI berterima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Bogor yang selalu menjadi mitra.
Ketua PWI Kabupaten Bogor, Subagiyo mengatakan, 30 persen atau 29 anggota PWI Kabupaten Bogor sudah lulus UKW. Pihaknya juga melakukan seleksi dan evaluasi, dari 115 anggota hanya 82 yang dinyatakan aktif dan disiplin menulis.
“PWI komitmen harus berkompeten dalam menjalankan profesi, untuk mengoptimalkan peran PWI Kabupaten Bogor,” ujarnya.
Pihaknya juga mengimbau kepada para wartawan khususnya di media online agar hati-hati dan teliti saat menyebar berita, untuk menghindari terjadinya berita menyimpang.
“Untuk teman-teman yang sudah berbadan hukum segera daftarkan ke dewan pers,” tambah Subagiyo.
Ketua PWI Jawa Barat (Jabar) Hilman Hidayat berharap Ketua PWI Kabupaten Bogor amanah, karena telah disumpah untuk menjalankan Kode Etik Jurnalistik dan Kode Etik Perilaku Wartawan. Sebab, perkembangan dan perubahan teknologi berpengaruh terhadap independensi profesi wartawan.
Dia mengingatkan etika untuk profesi wartawan. Pasalnya, berita wartawan daerah tidak independen. Sedangkan para kepala daerah juga butuh informasi otentik, akurat dan independen.
“Pesatnya perkembangan teknologi membuat saat ini banjir informasi tetapi didominasi dengan informasi keliru, datanya benar, fotonya benar tetapi isi kontennya sesat,” kata Hilman.
Wakil Bupati Bogor, Iwan Setiawan mengaku ingin PWI dapat semakin adaptif, inovatif, memiliki kompetensi jurnalistik, serta menghindari penyalahgunaan profesi dengan mengedepankan kode etik jurnalistik dalam menjalankan profesinya.
Iwan mengatakan, disrupsi digital berdampak pada model bisnis, proses produksi berita dan distribusi konten dalam industri media, sehingga jurnalisme saat ini dituntut untuk semakin adaptif, inovatif, menggali hal-hal yang unik dan eksklusif, dan menyesuaikan dengan kemudahan yang ditawarkan media multi platform.
Beragam tantangan untuk menghadirkan jurnalisme yang berkualitas, antara lain ekonomi politik, clickbait, hoax, traffic seeker, manipulasi opini publik di medsos dan masih rendahnya kesadaran publik tentang jurnalisme berkualitas sebagai tanggung jawab bersama.
“Setiap wartawan semestinya memiliki kompetensi jurnalistik, menguasai teknologi multimedia, dan mampu menyikapi secara bijak kebebasan pers,” ungkap Iwan.
Reporter: Jhonie
Editor: Aru Prayogi

